KPK Sita dan Geledah Dua Rumah Pribadi Pejabat Kementan

Parepare, GPriority.co.id – Sedikitnya 6 Orang Penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Minggu, 19 Mei 2024 sekitar pukul 14.00 hingga pukul 21.00 WITA melakukan pengeledahan dan penyidikan di 2 kediaman pribadi H.Muh.Hatta S.Stp.Msi. (Direktur Sarana dan Prasarana) Alsintan Kementan RI di Kota Parepare Sulawesi Selatan.

Dua unit rumah pribadi Muh.Hatta itu masing-masing satu unit rumah di Kompleks Yasmin I Blok A Jalan Kelapa Gading Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare. Sedangkan, satu unit rumah di Jalan Bumi Harapan (Jalur dua) Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare.

Dari pantauan di lokasi pengeledahan, terlihat penyidik KPK membawa keluar 4 Unit Koper di Rumah Jalan Bumi Harapan Kelurahan Bumi Harapan. Terlihat, 1 Gulung Kertas, dan menempelkan Karton bertuliskan “Tanah dan Bangunan Rumah ini Disita KPK” Dari Pantauan di Lapangan, Tim Penyidik KPK terdiri dari 6 orang, seorang diantaranya perempuan.

Tim KPK juga mengendarai 3 unit mini bus masing masing dengan No Pol. DD 1325 SR Toyota Inova Hitam, DD 1194 XBN – Totoya Velos Hitam, DP 1722 LI – Inova Hitam Dari proses penggeledahan di 2 tempat berbeda itu, KPK memulai sejak pukul 14.00 WITA di Rumah Kompleks Perumahan Yasmin I Kel.Bumi Harapan Jln.Kelapa Gading hingga pukul 18.00.

Tim KPK Selanjutnya melakukan penggeledahan di Rumah Jln.Bumi Harapan (Jalur dua) disaksikan Lurah Bumi Harapan dan Camat Bacukiki Barat mulai pukul 18.30 Wita hingga 21.00 WITA.

Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah S.Stp. MM. seusai penyidik KPK keluar dari rumah dilokasi kejadian, mengaku diundang penyidik KPK untuk menyaksikan proses pengeledahan yang penyidikan yang dilakukan KPK.

Saat proses penggeledahan itu, KPK menggunakan Laptop, Camera, dan menyita beberapa Dokumen, HP di dalam rumah, ada keluarga Muh.Hatta (Staff Kementan) antaranya Ibu Kandung, 2 Orang Adiknya, dan adik iparnya.

“Kami diminta siap setiap saat, ada jika kedepan KPK kembali ke rumah ini dan diminta untuk menyaksikan proses pemeriksaan dan pengeledahan,” ungkap Ardiansyah yang juga alumni STPDN ini.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, Muh.Hatta memiliki beberapa Aset di Kota Parepare. Antara lain, 1 Unit ruko di Jln. Bau Massepe, 1 Unit rumah di Kompleks Perumahan Soreang, 1 unit rumah mewah di Makassar, lahan kering di Wilayah Bacukiki dan Bacukiki Barat. Proses pengeledahan di kota Parepare, disaksikan aparat Kepolisian dan Kejaksaan Setempat.

Foto: Agustin Effendy