Jakarta, GPriority.co.id– PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan penandatanganan kerja sama kepelabuhanan bersama PT Perusahan Gas Negara (Persero) Tbk pada Rabu, 12 Maret 2025. Adapun sinergi dan kolaborasi perusahaan BUMN ini merupakan sebuah kerja sama kontribusi positif saling menumbuhkembangkan satu sama lain
Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar Djohan mengatakan PGN Tbk dapat mengembangkan infrastruktur gas bumi baik offshore dan onshore dan Krakatau Steel melalui PT Krakatau Bandar Samudera dapat menyediakan layanan kepelabuhanan untuk kebutuhan Liquified Natural Gas bunkering.
“Lokasi pelabuhan yang potensial pengembangan tersebut adalah Terminal Cigading 1 dan Terminal Cigading 2, yang terletak di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Di mana Kawasan tersebut juga telah memiliki jaringan pipa gas bumi,” ujar Akbar dikutip Kamis (13/3).
Akbar Djohan juga menyampaikan Krakatau Steel saat ini tidak lagi hanya berfokus pada bisnis baja, melainkan juga pengembangan industri non baja melalui Krakatau Steel Group seperti PT Krakatau Bandar Samudera akan secara kontinyu membangun ekosistem industri dan jasa kepelabuhan. Adapun transformasi ini dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik sehingga sebagai industri strategis kami dapat terus tumbuh mendukung pembangunan nasional.
“Kami berharap kerja sama yang direncanakan berjalan hingga 2 tahun ini dapat dilakukan dengan baik, tidak ada kendala apa pun dan bahkan dapat mengembangkan kerja sama untuk fasilitas lainnya di Krakatau Steel Group sehingga tidak hanya berhenti di PT Krakatau Bandar Samudera,” ujar Akbar Djohan.
Sementara itu Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko menambahkan kolaborasi ini dapat segera direalisasikan dalam tahapan yang lebih konkrit, sehingga memberikan manfaat jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.
“Pemanfaatan pelabuhan pembangunan landbase LNG sangat potensial dan diperlukan, mengingat kebutuhan LNG untuk memenuhi pasokan gas ke wilayah-wilayah yang jauh dari jaringan pipa,” ujar Arief.
PT Krakatau Bandar Samudera sebagai Badan Usaha Pelabuhan memiliki layanan end-to-end, mulai dari marine service, port handling, trucking, hingga bunkering dengan kapasitas mencapai 25 juta ton per tahun. Saat ini Krakatau Bandar Samudera memiliki 17 jetty dengan beberapa fasilitas berstandar internasional, seperti pilotage & towage, mooring-unmooring, stevedoring, jetty management, dan integrated logistics services yang dapat melayani 800 kapal setiap tahunnya.
Krakatau Bandar Samudera juga memiliki Continuous Ship Unloader berkecepatan 1.300 ton/jam yang terintegrasi dengan gudang (integrated warehouse/IWH) dengan standar food grade. Secara total, KBS dapat mengakomodasi kapal besar sampai 200.000 DWT.
“Fasilitas yang lengkap di kawasan industri seluas 3.250 hektar dan 64 unit gudang seluas 12,3 hektar, Krakatau Bandar Samudera melayani bongkar muat mencapai 20.000 ton per hari. Sinergi Krakatau Bandar Samudera dan PGN ini membuktikan strategi besar kedua belah pihak untuk membangun ekosisistem bunkering migas sebagai strategi ekspansi dalam bisnis maritim sepanjang Selat Sunda yang sangat potensial,” ujar Akbar Djohan.
Foto: Dok. Krakatau Steel
