Prabowo Disindir Media Israel: Dulu Sebut “Shalom”, Kini Suarakan “Free Palestine”

Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan media Israel setelah meneriakkan “Free Palestine” sebanyak tiga kali dalam peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9)/Foto : Dok. Sekretariat Negara Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan media Israel setelah meneriakkan “Free Palestine” sebanyak tiga kali dalam peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9)/Foto : Dok. Sekretariat Negara

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan media Israel setelah meneriakkan “Free Palestine” sebanyak tiga kali dalam peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9). Momen tersebut diberitakan The Times of Israel dengan membandingkannya dengan pernyataan Prabowo dalam Sidang Umum PBB pada September 2025.

Dalam pemberitaannya, The Times of Israel menyoroti bahwa hampir setahun sebelumnya Prabowo menutup pidatonya di PBB dengan ucapan “Shalom”. Media tersebut juga mengutip pernyataan Prabowo mengenai pentingnya pengakuan, penghormatan, serta jaminan keamanan bagi Israel sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian.

Namun, konteks pernyataan Prabowo saat itu berkaitan dengan solusi dua negara, yakni keberadaan Israel dan Palestina secara berdampingan dalam perdamaian dan keamanan. Pemerintah Indonesia sendiri secara konsisten menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. Kementerian Luar Negeri RI pada 2025 menegaskan bahwa Indonesia mendukung solusi dua negara serta kesiapan berkontribusi dalam misi perdamaian PBB apabila diputuskan Dewan Keamanan.

Di Gontor, Prabowo menunjukkan dukungan terbuka kepada Palestina. Setelah menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Prabowo meneriakkan “Free Palestine” tiga kali. Sang dubes kemudian memberikan keffiyeh kepada Prabowo dan keduanya berpelukan.
Prabowo juga mengatakan kondisi masyarakat Palestina mengingatkannya pada penderitaan saudara-saudara di Palestina. Ia menekankan bahwa Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat agar memiliki kemampuan membantu masyarakat yang tertindas.

The Times of Israel turut mengungkit laporan sebelumnya mengenai kemungkinan kunjungan Prabowo ke Israel setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza. Media tersebut menyebut adanya sumber anonim yang mengklaim Prabowo sempat menyetujui kunjungan itu sebelum membatalkannya setelah informasi tersebut bocor. Namun, Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya membantah adanya rencana kunjungan tersebut.

Sorotan serupa juga muncul dari akun Threads @kann_news yang menulis:

“Setahun setelah membaca ‘shalom’ dalam bahasa Ibrani di Sidang Umum PBB dan seharusnya mengirim ribuan tentara ke pasukan stabilisasi internasional di Jalur Gaza, Presiden Indonesia hari ini membacakan ‘bebaskan Palestina’ di acara di negaranya tempat ia berpidato.”

Pemberitaan tersebut menyoroti perubahan ungkapan publik Prabowo, sementara posisi resmi Indonesia tetap menempatkan dukungan terhadap Palestina dan solusi dua negara sebagai bagian dari kebijakan luar negeri.