LAPAN Tetapkan Biak Sebagai Calon Bandar Antariksa

Jakarta,Gpriority-Dalam siaran persnya beberapa waktu yang lalu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, berdasarkan kajian pembangunan bandar antariksa oleh Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa LAPAN, pembangunan bandar antariksa di Biak merupakan salah satu amanat yang tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

“ Kenapa Biak dipilih karena karena LAPAN memiliki aset lahan di Kabupaten Biak Numfor yang berada di desa Saukobye, Biak Utara, sekitar 40 km dari Kota Biak. LAPAN disebut memiliki lahan seluas 1 juta meter persegi atau 100 hektar di desa Saukobye,” ucap Thomas Djamaluddin.

Selain itu yang menjadi alasan lainnya adalah secara detail geografis, Biak terletak pada titik koordinat 0º55′-1º27′ Lintang Selatan (LS) dan 134º47′-136º48 Bujur Timur (BT). Posisi tersebut, sangat baik sebagai tempat peluncuran Roket Peluncur Satelit (RPS) ke Geostationary Earth Orbit (GEO) dan berdampak positif pada penghematan penggunaan bahan bakar roket ketika peluncuran.

“Kalau dekat ekuator, peluncuran untuk membawa satelit bisa ke berbagai arah, jadi bisa arah polar, dan yang jarang bisa dilakukan itu arah ekuatorial. Dan kalau diluncurkan dari ekuator akan lebih murah biayanya karena tidak perlu ada manuver untuk mengubah orbitnya,” kata Djamal.

Pemerintah Indonesia Bantah Jual Biak ke Elon Musk

Usai ditetapkan sebagai calon bandar antariksa, tiba-tiba saja muncul pemberitaan dari media internasional termasuk The Guardian yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan menjual Biak ke miliarder Elon Musk untuk dijadikan landasan peluncuran roket Space X miliknya.

Hal ini tentu saja menimbulkan kemarahan yang cukup besar dari masyarakat Papua khususnya Biak. “ Jika berita itu benar, kami menolaknya, karena akan mengganggu dan menghancurkan ekosistem di Pulau Biak,” ucap Kepala Suku Pulau Biak Manfun Sroyer dikutip dari The Guardian (12/3/2021).

Berita ini langsung mendapat respon dari Pemerintah Indonesia.Dikutip dari VOA Indonesia (12/3/2021) juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menegaskan itu tidak benar.” Presiden Jokowi tidak pernah menawarkan Biak kepada Elon Musk. Jadi saya meminta kepada pihak yang menyebarkan berita hoax ini tolong klarifikasi dan tunjukkan bukti rekamannya kepada kami,” tegas Jodi Mahardi.

Jodi juga meminta kepada masyarakat Biak agar tidak percaya dengan berita bohong ini. “ Jujur saya katakan, tidak ada niat pemerintah Indonesia menjual Biak ke orang asing, karena Biak merupakan bagian dari satu kesatuan Indonesia, sehingga harus tetap dijaga,” jelasnya.

Terkait dengan rencana pembangunan Bandar Antariksa di Biak oleh LAPAN, Jodi mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir, karena tidak akan mengganggu dan merusak ekosistem. Selain itu dengan dibangunnya Bandar Antariksa di Biak , Jodi menjelaskan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Biak.

“ Karena akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi penduduk lokal,” tutup Jodi.(Hs)

Related posts