Layang-Layang nan Menawan

Layang-layang, pertama kali dikenal di Indonesia tepatnya di Pulau Muna Sulawesi tenggara. Saat itu layang-layang dibuat dari daun-daun kering yang dijahit dengan bambu. Saat ini layang-layang setidaknya dikenal terdapat tiga jenis. Yaitu tradisional, kreasi dan olahraga. Layang-layang tradisional seperti yang diketahui merupakan layang-layang sederhana yang berbentuk seperti berlian atau diamond. Sedangkan kreasi merupakan hasil modernisasi yang memunculkan layang-layang dua dimensi serta tiga dimensi.

Terdapat berbagai tipe layang-layang permainan (di Sunda dikenal istilah maen langlayangan). Yang paling umum adalah layang-layang hias (dalam bahasa Betawi disebut koang) dan layang-layang aduan (laga). Terdapat pula layang-layang yang diberi sendaringan yang dapat mengeluarkan suara karena hembusan angin. Layang-layang laga biasa dimainkan oleh anak-anak pada masa pancaroba karena kuatnya angin berhembus pada saat itu.

Di beberapa daerah Nusantara, layang-layang dimainkan sebagai bagian dari ritual tertentu, biasanya terkait dengan proses budidaya pertanian. Layang-layang paling sederhana terbuat dari helai daun yang diberi kerangka dari bambu, kemudian diikat dengan serat rotan. Layang-layang semacam ini masih dapat dijumpai di Sulawesi. Diduga beberapa bentuk layang-layang tradisional asal Bali berkembang dari layang-layang daun karena bentuk ovalnya yang menyerupai daun.

Di Jawa Barat, Lampung, dan beberapa tempatlain di Indonesia, layang-layang digunakan sebagai alat bantu memancing. Layang-layang ini terbuat dari anyaman daun sejenis anggrek tertentu dan dihubungkan dengan mata kail. Di Pangandaran dan beberapa tempat lain misalnya, layang-layang dipasangi jerat untuk menangkap kalong atau kelelawar.

Penggunaan layang-layang sebagai alat bantu penelitian cuaca telah dikenal sejak abad ke-18. Contoh yang paling terkenal adalah ketika Benjamin Franklin menggunakan layang-layang yang terhubung dengan kunci untuk menunjukkan bahwa petir membawa muatan listrik.

Layang-layang raksasa dari bahan sintetis sekarang telah dicoba menjadi alat untuk menghemat penggunaan bahan bakar kapal pengangkut. Pada saat angin berhembus kencang, kapal akan membentangkan layar raksasa seperti layang-layang yang akan “menarik” kapal sehingga menghemat penggunaan bahan bakar

Layang-layang sudah lama dikenal sebagai permainan tradisional anak-anak di seluruh Indonesia. Mainan ini mudah dibuat. Bahan dasarnya adalah kertas, potongan bambu kecil, dan lem. Untuk memainkannya, layang-layang diterbangkan ke angkasa dengan segulung benang gelasan yang bisa ditarik-ulur. Di angkasa layang-layang diadu. Siapa yang terlebih dulu memutuskan benang lawan, dialah pemenangnya.

Zaman sekarang layang-layang tidak hanya di gemari oleh anak kecil, sekarang sudah banyak orang dewasa laki-laki yang memainkan layangan untuk msekedar menghilangkan stree ataupun menyalurkan hobby, karna sekarang sangat banyak komunitas-komunitas pecinta layangan. Dari berabagai macam model, dari yang biasa sampai yang paling besar dan tingfkat kerumitan untuk menerbaknannya jugta semakin tinggi, komunitas ini biasanya dari berbagai daerah, mereka sering membuat event-event atau ikut event yang sudah ada, seperti event tahunan yang di bikin oleh kementerian pariwisata pangandaran yaitu festival layang-layang yang di hadiri oleh para komunitas pecinta layang-layang dalam negeri bahkan mancanegara.

Selain menjadi hiburan dan sarat akan mitos-mitos di berbagai daerah, layang-layang juga kerap digunakan untuk olahraga. Di jadikan untuk olahraga karna untuk menebangkan layang-lanyang mebutuhkan konsentrasi yang tinggi, dan ketika sudah berada di atas membutuhkan tenaga yang besar untuk tetap memegang layang-layang agar tidak terbawa angin yang sangat kencang, di atas juga layang-layang dapat di adu, adu layang-layang ternyata masih begitu digemari, khususnya di India, Thailand dan Indonesia. Layang-layang yang diadu di India memakai bahan bubuk kaca halus yang dioleskan pada benangnya. Maksud bubuk ini adalah agar benangnya bisa memutuskan benar layang-layang lawan. adu layang-layang ini banyak di gemari orang-orang.

Di Thailand, adu layang-layang adalah ajang olahraga beregu. Pertandingan dilakukan antara sebuah layangan yang disebut Chula dengan beberapa buah layang-layang berbentuk berlian bernama Pakpao. Targetnya, adalah untuk menggigit layang-layang lawan dan menariknya sampai ia menyentuh tanah. Selain untuk mengibur penonton, pertandingan ini dimaksudkan agar angin musim hujan mulau bertiup.#RIRI

Related posts