Liana Trisnawati Dorong Kepemimpinan Perempuan di Sektor Logistik dan Pelabuhan

Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Liana Trisnawati. Foto: Instagram/wear.polire Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Liana Trisnawati. Foto: Instagram/wear.polire

Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Liana Trisnawati, menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan dalam sektor logistik dan pelabuhan nasional.

Sebagai perempuan pertama yang memimpin ABUPI sejak 2015, Liana mengajak pelaku industri untuk menumbuhkan semangat baru yang menekankan inklusivitas, kolaborasi, dan transformasi berkelanjutan di dunia kepelabuhanan Indonesia.

Liana dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam forum “Breaking Barriers, Building Futures: Indonesia Women Leaders in Logistics and Transport” pada ajang LFI CONVEX 2025, yang berlangsung pada 12–14 November 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Dalam forum tersebut, ia akan membagikan pandangan mengenai peran strategis perempuan dalam mewujudkan sistem logistik nasional yang efisien, digital, dan berkelanjutan.

“Ketika laki-laki dan perempuan diberi ruang yang setara untuk berkontribusi, industri pelabuhan menjadi lebih adaptif, humanis, dan berkelanjutan. Itu bukan soal siapa yang lebih kuat, tapi bagaimana kita bisa maju bersama,” ujar Liana dalam keterangan resminya.

Sebagai salah satu pendiri ABUPI, Liana telah berperan aktif sejak organisasi ini berdiri dari semangat kolaborasi antar pelaku usaha pelabuhan.

Di bawah kepemimpinannya, ABUPI menegaskan komitmen terhadap lima agenda strategis, yaitu reformasi perizinan dan regulasi, kerja sama lintas sektor, pengembangan SDM profesional, digitalisasi layanan pelabuhan, serta implementasi konsep green port di seluruh Indonesia.

Liana menilai bahwa kepemimpinan perempuan di sektor logistik dan pelabuhan bukan sekadar simbol representasi, melainkan kekuatan nyata dalam menghadapi perubahan.

“Saya belajar bahwa mendengar dan berkolaborasi justru menjadi kekuatan dalam memimpin di sektor yang dinamis seperti pelabuhan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa transformasi pelabuhan harus sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana pelabuhan yang efisien dan terintegrasi menjadi kunci dalam menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekspor.

Karena itu, menurutnya, pelibatan perempuan di setiap lini pengambilan keputusan menjadi bagian penting dari sistem logistik yang tangguh dan kompetitif secara global.

Forum Indonesia Women Leaders in Logistics and Transport di LFI CONVEX 2025 diharapkan dapat menjadi ruang strategis bagi para pemimpin perempuan untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring, dan membangun kolaborasi lintas industri.

“Kepemimpinan bukan soal gender, tetapi tentang visi, integritas, dan semangat untuk membawa perubahan. Itulah pesan saya bagi generasi muda perempuan yang ingin berkarier dan memimpin di dunia logistik dan pelabuhan,” tutup Liana.