Literasi Berdakwah di Dunia Digital

Covid-19 tidak menjadi halangan untuk berdakwah.Berbekal alasan itulah Siberkreasi menggelar Webinar Literasi Digital secara virtual dengan topik ‘Dakwah yang Ramah di Internet’.

Kegiatan yang berlangsung di Gowa, Sulawesi Selatan dimulai pukul 14.00 WITA, dengan menghadirkan Anita Wahid selaku Wakil Ketua Siberkreasi, DR.Firdaus Muhammad, MA selaku Dekan Fakultas Dakwah Komunikasi UIN Alaudin Makassar, Upi Asmaradhana selaku Duta Literasi Digital Sulawesi dan Irwan ST sebagai key opinion leader (KOL). Kegiatan ini diikuti oleh 190 peserta melaui Zoom meeting.

Narasumber pertama yaitu Anita Wahid menyampaikan materi mengenai digital skill dengan tema ‘Pemanfaatan Internet Untuk Dakwah’. “Kita semua tau ya kenapa saat ini internet sangat booming karena internet menawarkan banyak keuntungan.Termasuk untuk dakwah karna adanya keleluasaan yang disediakan oleh internet.”, ungkapAnita diawal materinya.

Menurutnya walaupun internet memudahkan untuk berdakwah namun, sejatinya juga memilki tantangan yang banyak. Selanjutnya Anita pun memaparkan beberapa aspek penting bagi dakwah digital yang positif seperti, aspek keilmuan, aspek komunikasi, aspek kecakapan digital, aspek etika, aspek budaya, danaspek keamanan. Anita juga memaparkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam prosesinteraksi sosial dakwah. Penjelasan Anita ditutup dengan pemaparan platform yang bisa dimanfaatkan untuk berdakwah digital.

Narasumber kedua yaitu Irwam ST yang membahas mengenai digital ethic dengan tema ‘Konten Postif Dakwah di Media Sosial’. Diawali dengan pemaparan data dari Global Web Index yaitu Indonesia merupakan salah satu negara dengan akses tertinggi di dunia.

“Masyarakat Indonesia mengkonsumsi apa yang disediakan di media digital, Maka perludiperbanyak konten yang positif.”, ungkap Irwan.

Menurut Irwan konten dakwah secara umum merupakan konten yang postif, namun masih banyak juga konten positif selain konten dakwah. Irwan menambahkan jika masyarakat bisa berpasrtisipasi membuat konten yang positif sesuai dengan keterampilannya masing-masing.

Diakhir pemaparannya, Irwan menekankan penting untuk masyarakat bisa memberikan feedback kepada content creator berupa komentar yang mambangun, agar para content creator bisa lebih semangat membuat konten-konten yang positif kedepannya.

Narasumber ketiga yaitu DR. Firdaus Muhammad memaparkan mengenai digital culture dengan tema ‘Literasi Dalam Berdakwah Di Dunia Digital’.

DR. Firdaus memaparkan bagaimana dakwah yang ramah di Internet. “Belakangan ini banyak dakwah yang sifatnya mengkritik dan menyalahkan atau dakwah yang terdapat komentar yang sifatnya membully.”, ungkap DR. Firdaus.

Dalam penjelasannya DR.Firdaus memaparkan bagaimana membuat konten dakwah yang baik. Menurut beliau, konten yang baik juga terjadi dengan adanya interaksi yang baik dengan pembaca maupun penonton. Penjelasan materi diakhiri dengan pesan yang disampaikan oleh pemateri, yakni agar membuat konten dakwah tidak untuk mengejar jumlah pengikut namun harus mengedukasi dan memotivasi masyarakat yang membaca atau mendengarkannya.

Narasumber keempat sekaligus terakhir dalam episode kali ini yaitu Upi Asmaradhana menyampaikan materi digital safety dengan tema ‘Berinternet Sehat Dalam Dakwah Digital’. Menurut Upi, “Tren penggunaan sosial media di Indonesia cukup tinggi, maka dari itu kita perlu memperkuat konten-konten dakwah yang dikelola untuk menyasar di sosial media”.

Dalam penjelasannya Upi berfokus pada bagaimana tools media sosial dimanfaatkan dengan baik dan benar. Upi juga menyebutkan elemen penting untuk mengembangkan literasi dalam dakwah. Selain itu, Upi juga menjelaskan bagaimana mengelola informasi dakwah yang diterima oleh masyarakat.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh Arin Swandari sang moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Para peserta beruntung, mendapatkan uang elektronik sebesar Rp. 100.000,- untuk setiap pesertanya. Kegiatan ditutup dengan kesimpulan yang disampaikan oleh moderator.(Hs.foto.Siberkreasi)

Related posts