Lomba Balap Sperma Diadakan Pertama Kalinya di Dunia

Lomba Balap Sprema Diadakan Pertama Kalinya di Dunia Lomba Balap Sprema Diadakan Pertama Kalinya di Dunia

Jakarta, GPriority.co.id – Pernahkah anda membayangkan jika sperma pria dapat dipertandingkan dalam sebuah lomba? Hal ini akan menjadi nyata, karena untuk pertama kalinya di dunia, lomba balap sperma diadakan.

Lomba balap sperma tersebut memadukan sains, hiburan, dan kesehatan masyarakat, yang merupakan inisiatif dari sekelompok anak muda. Mereka mengklaim ajang ini sebagai perlombaan sperma pertama di dunia, dan akan diselenggarakan di Los Angeles pada 25 April mendatang.

Antusias warga setempat pun terlihat dari penjualan tiket yang hampir terjual habis dalam waktu 24 jam setelah dirilis melalui situs web mereka.

Sebagai informasi, lomba balap sperma ini diselenggarakan oleh perusahaan rintisan bernama Sperm Racing, yang menggunakan konsep aneh untuk menyoroti masalah yang kerap kali terjadi.

Permasalahan tersebut ialah menurunnya tingkat kesuburan pria, yang jarang dibicarakan meskipun menjadi perhatian global. Perlombaan balap sperma ini nantinya akan berlangsung di Hollywood Palladium hadapan penonton langsung, dan akan disiarkan secara daring bagi pemirsa berbagai belahan dunia

Dilansir dari laman tim spermracing.com, setiap perlombaan akan menampilkan dua sampel sperma asli yang ‘bersaing’ melalui versi mikroskopis sistem reproduksi wanita yang akurat secara ilmiah. Dengan pendanaan lebih dari USD 1 juta, acara tersebut memadukan komedi dengan sains nyata, dengan harapan agar orang-orang menganggap kesehatan reproduksi sedikit lebih serius, atau  dalam kata lain dapat lebih menjadi perhatian bagi kaum pria di seluruh dunia.

Donor Sperma Jadi Tren di Amerika Serikat

Jika anda belum mengetahuinya, sebuah laporan mengatakan jika hingga saat ini, donor sperma menjadi sebuah tren di Amerika Serikat. Mengutip The New York Times, satu tabung sperma dapat dihargai hingga $900 (sekitar Rp 12,4 juta), dan seorang pria dapat menghasilkan hingga $1.500 (sekitar Rp 21 juta) dari dua hingga tiga botol kecil sperma dalam satu kali donasi.

Namun, untuk menjadi donor, diperlukan sejumlah syarat ketat, seperti kesehatan prima, tinggi badan dan berat badan ideal, serta riwayat kesehatan keluarga yang bersih untuk mencegah risiko penyakit genetik.

Proses donasi melibatkan penyimpanan sperma hingga enam bulan dan pengujian ketat untuk memastikan kualitas serta keamanan dari penyakit menular.

Meski memberikan manfaat finansial bagi donor dan menjadi solusi penting bagi pasangan dengan masalah kesuburan, praktik ini juga memunculkan perdebatan etika, privasi, dan dampak jangka panjang. Kendati demikian, donor sperma tetap menjadi fenomena medis dan sosial yang menarik perhatian dunia.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok.The Times