Surat Wasiat Paus Fransiskus, Minta Dimakamkan dengan Sederhana

Vatikan, GPriority.co.id – Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, meninggal dunia dalam usia 88 tahun pada Senin (21/4) pukul 07.35 waktu setempat.

Dalam wasiatnya, dilansir dari Vatica.va, Paus Fransiskus merasakan bahwa senja kehidupan duniawi saya semakin dekat, dan dengan harapan yang kuat akan kehidupan kekal, saya ingin menyampaikan keinginan terakhir saya mengenai tempat pemakaman saya.

Paus Fransiskus selalu mempercayakan hidup dan pelayanan imamat dan episkopal saya kepada Bunda Tuhan Kita, Maria Yang Mahakudus. Oleh karena itu, Paus Fransiskus mohon agar jenazah saya beristirahat, sambil menunggu hari kebangkitan, di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore.

Paus Fransiskus berharap agar perjalanan duniawi terakhir saya berakhir tepat di tempat suci Maria kuno ini, tempat berdoa di awal dan akhir setiap Perjalanan Apostolik untuk dengan setia mempercayakan niat saya kepada Bunda yang Tak Bernoda dan dapat bersyukur atas perawatannya yang lembut dan keibuan.

Paus Fransiskus mohon agar makam saya dipersiapkan di ceruk pemakaman di bagian tengah antara Kapel Pauline (Kapel Salus Populi Romani) dan Kapel Sforza di Basilika Kepausan tersebut, sebagaimana ditunjukkan dalam rencana terlampir.

Makam harus berada di dalam tanah; sederhana, tanpa ornamen khusus, dan hanya bertuliskan: Franciscus.

Biaya persiapan pemakaman Paus Fransiskus akan ditanggung oleh sejumlah uang yang disediakan oleh seorang dermawan, yang telah saya atur ditransfer ke Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore. Paus Fransiskus telah memberikan instruksi yang sesuai kepada Mgr. Rolandas Makrickas, Komisaris Luar Biasa dari Cabang Liberia.

Semoga Tuhan memberikan pahala yang pantas kepada mereka yang telah mendoakan saya dan akan terus mendoakan Paus Fransiskus. Penderitaan yang menandai bagian akhir hidup Paus Fransiskus persembahkan kepada Tuhan, demi perdamaian di dunia dan persaudaraan di antara manusia.

Foto: Dok. Antara