Luhut Minta Maaf PPKM Jawa-Bali Belum Optimal

PPKM Jawa-Bali yang memasuki pekan ketiga menjadi perhatian publik. Dinilai kurang optimal karena lonjakan kasus covid dan tingkat kematian masih tinggi menjadi sorotan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Diketahui Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa dan Bali dimulai 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang. PPKM darurat ini ditargetkan bisa membuat kasus Covid-19 melandai.

Dalam perjalanannya, pemerintah menyatakan ada 15 daerah lain yang melaksanakan PPKM darurat di luar Jawa dan Bali. Namun hingga 2 pekan pelaksanaan PPKM darurat, kasus Corona terus melonjak hingga 50 ribu lebih kasus baru per hari.

Luhut menyampaikan permintaan maaf atas penerapan kebijakan PPKM darurat Jawa Bali yang dinilai belum optimal. Hal itu diungkapkannya usai memaparkan terkait pengendalian penularan virus Covid-19 dalam PPKM darurat selama ini.

“Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa dan Bali ini masih belum optimal,” kata Luhut Pandjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

Setelah minta maaf, Luhut menjelaskan pemerintah akan terus melanjutkan kerjanya untuk menanggulangi COVID-19, khususnya penularan virus Corona varian Delta.

“Saya bersama jajaran dan menteri/kepala lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa penyebaran varian Delta ini bisa diturunkan,” kata Luhut.

Varian Delta disebut tujuh kali lebih menular ketimbang jenis varian Covid-19 lainnya. Untuk mengendalikan penularan, pembatasan sosial adalah cara yang akan ditempuh pemerintah.

Diketahui dalam tiga hari belakangan, mobilitas dan aktivitas warga sudah menurun dalam tiga hari belakangan. Namun, untuk memastikan apakah penurunan ini meyakinkan, perlu waktu 14 hingga 21 hari lagi.

“Hasil penelitian berbagai institusi dibutuhkan waktu kurang-lebih 14 sampai 21 hari untuk kemudian penambahan kasus ini bisa flattening, rata, dan menurun,” kata Luhut.(Sof.Foto.Istimewa)

Related posts