Mahasiswa KKN ITS Kembangkan Mesin Pencacah Rumput Tenaga Listrik

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat (Abmas) Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur mengembangkan mesin pencacah rumput dengan tenaga listrik dan sistem on-grid photovoltaic.

Tim KKN yang terdiri dari 5 dosen dan 10 mahasiwa Laboratorium Konvensi Energi Departemen Teknik Elekro ITS ini, mengenalkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) dikehidupan sehari-sehari kepada masyaraka dan peternak, beralih dari bahan bakar minyak ke listrik.

Sebab penggunaan mesin diesel dalam dunia peternakan yang lazim digunakan, menghasilkan emisi karbondioksida yang berdampak pada kehidupan, mengakibatkan suhu udara meningkat dan menyebabkan pemanasan global. Bahan bakar minyak berupa solar untuk diesel juga merupakan bahan yang tidak terbarukan

“Pemasangan on-grid photovoltaic serta pengembangan mesin pencacah rumput energi listrik ini salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut,” tutur perwakilan Tim KKN Fredy Riko Alamsyah , Selasa (31/8/2021).

Tak hanya memodifikasi sumber energinya, tim KKN ini juga menambahkan pemecah rumput pada mesinnya, untuk meningkatkan kualitas rumput yang akan dijadikan pakan sapi ternak.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik peternakan, tim KKN memasang sistem on-grid photovoltaic pada peternakan di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang yang menjadi lokasi kegiatan. On-grid berarti tegangan yang dihasilkan panel surya tersebut diubah menjadi tegangan AC, kemudian disambungkan dengan jala-jala PLN.

Selain itu, tim ITS juga menambahkan sensor limiter pada sistemnya, Sehingga bisa mencegah tegangan untuk masuk ke meteran PLN. Setelah proses selama tiga bulan, pada awal Agustus lalu satu unit mesin pencacah rumput serta tiga panel surya paralel secara resmi diberikan kepada peternakan di Karangploso. (Dwi.foto.dok.ITS)

Related posts