Matahari di Atas Kabah Hingga 18 Juli, BMKG Minta Masyarakat Cek Kembali Arah Kiblat

Penulis: Dimas | Editor: Lina F | Foto: Istimewa

Jakarta,GPriority.co.id-Melalui Istagram resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan Matahari berada di atas kabah pada 14-18 Juli 2023. BMKG minta masyarakat cek arah kiblat.

“Matahari di atas Ka’bah 14-18 Juli 2023, untuk wilayah Indonesia Tengah dan Barat, ayo cek Kembali arah kiblatmu!,” tulis postingan @infobmkg, pada Jumat (14/7).

Untuk masyarakat di wilayah Indonesia bagian Timur dan sebagian Indonesia Tengah bagian timur penentuan kembali arah kiblat bisa dilakukan saat Matahari di atas antipoda Kabah (sebalik arah kabah). Kondisi antipoda Kabah di wilayah Indonesia bagian Timur dan sebagian Indonesia Tengah bagian timur ini terjadi setiap 14 Januari pukul 06.30 WIB dan 29 November pukul 06.09 WIB. BMKG juga mengumumkan bagaimana cara mengecek kembali arah kiblat. Adapun yang dibutuhkan dalam mengecek kembali arah kiblat adalah alat berupa bandul, tiang, atau dinding bangunan yang tegak lurus dengan tanah. Berikut cara cek arah kiblat:

1. Sesuaikan jam yang digunakan dengan jam atom BMKG, kamu bisa lihat di http://bmkg.go.id atau http://ntp.bkmg.go.id

2. Gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada permukaan yang datar. Alat bisa berupa bandul, tiang, atau dinding bangunan yang tegak lurus dengan tanah datar

3. Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum dan sesudah 16.27 WIB atau 17.27 WITA, waktu ini merupakan waktu puncak saat Matahari berada di atas Kabah

4. Perhatikan arah bayangan yang terjadi saat waktu puncak. Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis itulah yang menjadi arah kiblat yang telah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas Kabah.

5. Kondisi seperti ini akan terulang setiap tahunnya pada tanggal 26-30 Mei dan 14-18 Juli