Mau Ke Mall? Ikuti Protokol Kesehatan

Jakarta,gpriority-Tiga bulan lamanya mall di DKI Jakarta tutup akibat pandemi Covid-19.

Namun pada saat diumumkan bahwa DKI Jakarta akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi pada bulan Juni, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun turut menyampaikan kabar gembira bagi para pengelola mall di mana tanggal 15 Juni 2020, mall diperbolehkan dibuka kembali dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan.

Ketua Asosiasi Persatuan Perbelanjaan Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat melalui keterangan persnya, Senin (15/6/2020) mengatakan ihwal protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh pengelola mall di antaranya: harus jaga jarak antrean masuk mall dengan jarak 1 meter; harus pake masker; harus di bawah 37,5 derajat suhu tubuh; harus mengikuti direction yang sudah dibuat pengelola; ketika naik lift tidak dibolehkan lebih dari 6 orang; excalator : berdiri di step yang diberi tanda dengan jarak antar orang adalah 3 step; ketika berada di toilet harus antre dengan jarak 1 meter pembayaran diusahakan cashless; di resto dine-in dan food court kapasitas juga 50 %; semua karyawan harus menggunakan masker dan faceshield; musholla tanpa karpet dan diberi tanda berjarak 1 meter; harus ada ruangan isolasi yang lengkap dengan peralatan APD, oksigen dan lain-lainnya untuk P3K; harus ada parkir sepeda; parkir motor berjarak 1 meter; mall harus punya gugus kendali covid-19 sehingga ikut mengawasi pengunjung yang melepas masker di dalam mall; dan terakhir, setiap hari gedung dan area publik harus dibersihkan dengan disinfektan.

Ellen juga mengatakan, beberapa hari yang lalu Pemprov DKI telah melakukan pengecekan kepada mall yang menjadi anggota APPBI. Hasilnya ada 80 mall yang diperbolehkan buka pada hari ini.
“ Saya tidak menyebutkan mallnya secara rinci, yang pasti di Jakarta Pusat ada 22 mall. Jakarta Selatan (26 mall). Jakarta Barat (11 mall).Jakarta Timur (11 mall) dan Jakarta Utara (12 mall),” ucap Ellen.

Meskipun sudah dibuka, kata Ellen, ada 6 tenant yang masih belum boleh beroperasi sesuai intruksi Pemprov DKI. Adapun tenant yang dimaksud adalah bioskop,fitness, mainan anak, pijat, karaoke, perawatan tubuh dan wajah. Untuk salon yang diperbolehkan hanya memotong rambut.

Terkait dengan pengunjung di hari pertama, Publik Relations Mall Grand Indonesia, Nisa mengatakan, hingga siang ini, sudah ada sekitar 40 % yang datang ke Grand Indonesia (GI).

Hal yang sama juga dikatakan Managing Director Sinarmas Group Gandi Sulistiyanto. Menurut Gandi, ada kemungkinan sepinya pengunjung dikarenakan ketakutan mereka tertular Covid-19. (Haris)

Related posts