Membangun IBU KOTA Masa Depan

“Kalau ibu kota ini dibangun di Kalimantan, harus ada konsep urban forest, green city atau eco-city, itu akan menjadi perhatian kami, “kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

 

JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas menggelar Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara yang mengangkat tema ”Membangun Ibu Kota Masa Depan” di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (16/5).

 

Dialog ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan hasil Kajian Awal Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) kepada kalangan yang lebih luas  ini menghadirkan para pakar seperti Chief Knowledge Worker Ruang Waktu Wicaksono Sarosa, Associate Professor Institut Teknologi Bandung Ibnu Syabri, Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia TurroSelritsWongkaren, Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna, Peneliti Utama Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Danny Hilman Natawijaya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia Soelaeman Soemawinata dan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana Bernardus Djonoputro.

 

“Kita ingin memperkaya perspektif dari sektor swasta. Presiden ingin melibatkan swasta secara intensif dalam membangun ibu kota baru. Kami ingin mendapatkan tanggapan, masukan, utamanya dari kelompok yang pasti perhatiannya paling tinggi terhadap masalah membangun ibu kota baru. Diskusi kita akan berkisar mengenai bagaimana sebaiknya kita membangun ibu kota masa depan,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro kala membuka Dialog.

 

Diskusi membahas pokok-pokok antara lain: (1) Hal – hal yang perlu disiapkan agar pemindahan efektif bagi konstelasi wilayah skala nasional; (2) Dampak pemisahan secara tegas pemerintah dengan masyarakat; (3) Dampak pemindahan pada sistem perkotaan nasional, termasuk prediksi pemerataan wilayah antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI); (4) Pertimbangan demografi-sosial-budaya Kalimantan Tengah (Kalteng)/Kalimantan Timur (Kaltim); (5) Strategi yang diperlukan bagi Kalteng/Kaltim untuk siap secara sosial menerima pendatang dari berbagai tempat; (6) Potensi kegiatan ekonomi yang dapat dikembangkan di Kalteng/Kaltim; (7) Prediksi perubahan struktur perekonomian DKI Jakarta dan Jabodetabek sebagai satu entitas ekonomi; (8) Potensi bencana di Kaltim/Kalteng serta upaya mitigasi yang harus dilakukan; (9) Potensi lahan dan kemudahan pengembangan Kalteng/Kaltim; (10) Masukan untuk membangun visi IKN masa depan; serta (11) Keandalan teknokrat nasional untuk mendukung pembangunan IKN masa depan.

Related posts