Menag Ingin Bantuan ke Pesantren Tepat Sasaran

Penulis : Dimas | Editor : Haris | Foto : Istimewa

Cikarang,GPriority.co.id-Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut keberadaan pesantren perlu diperhatikan, salah satunya pemberian bantuan dan pelatihan yang sesuai sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Karena yang sudah-sudah pesantren itu diberikan pelatihan tidak diberikan bantuan. Atau diberikan bantuan tidak diberikan pelatihan atau diberikan bantuan dan pelatihan tetapi tidak dicarikan pasarnya atau siapa yang akan membeli,” ujar Gus Men sapaan akrabnya saat membuka Bimtek Bantuan Inkubasi Bisnis di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (18/5).

Sebanyak 262 pesantren mengikuti kegiatan tersebut. Gus men mengatakan bimtek ini sangat penting tentunya, sebagai modal untuk wujudkan kemandirian pesantren.

“Dulu kalau pesantren diberikan bantuan, yang dibelikan ternak avanza, inova dan lainnya. Ini kejadian dan fakta. Kita tidak ingin ini terjadi dalam program bantuan inkubasi bisnis pesantren. Karenanya, Bimtek ini penting untuk diikuti,” tegasnya dikutip GPriority, Jumat (19/5).

Lebih lanjut, Gus Men program Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren merupakan amanat dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan kemandirian pondok pesantren di Indonesia secara ekonomi.

Ia menyebut banyak pesantren yang jumlahnya puluhan ribu di Indonesia masih sulit dalam menjalankan operasional pesantren dengan hanya mengandalkan uang syariah santri.

“Kemandirian pesantren ini penting, karena secara regulasi kita punya UU No18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Namun sejak UU ini terbit dan diberlakukan belum ada perlakukan yang signifikan terhadap pesantren. Pesantren tidak hanya perlu diberikan UU tetapi juga bagaimana UU yang ada itu harus dieksekusi supaya bermanfaat,” tuturnya.

Perlu diketahui, program Inkubasi Bisnis Pesantren ini memberikan bantuan modal usaha kepada Pesantren yang memiliki jenis usaha seperti Toko, Warung, Minimarket, Koperasi, Perindustrian, Laundry, Perdagangan, Garmen hingga percetakan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 18 hingga 20 Mei 2023.