Jakarta, GPriority.co.id – Setelah banyaknya kasus keracunan akibat program MBG (Makan Bergizi Gratis), kini video siaran langsung Presiden Prabowo saat memimpin rapat Kabinet Presiden pada 5 Mei 2025 lalu, kembali mencuat.
Dalam agenda tersebut, Prabowo menyatakan jika kendala program MBG masih ditemukan karena adanya kebiasaan makan yang menjadi budaya. Ia mengatakan, masih banyak siswa makan dengan menggunakan tangan kosong dan kemungkinan tidak selalu mencuci tangan dengan benar.
“Saya lihat program MBG ini memang belum berjalan lancar karena adat dan tradisi makan langsung menggunakan tangan. Misalnya saat saya tinjau di sekolah, ada anak yang memang terbiasa makan tanpa sendok,” ungkapnya.
“Nah, hal ini berkaitan dengan kebersihan, karena mungkin mereka belum mencuci tangan dengan benar yang bisa menyebabkan keracunan,” lanjutnya.
Sebagai contoh, Prabowo pernah melakukan kunjungan ke sekolah dan mengamati siswa di sebuah kelas. 10 dari 30 anak kedapatan tak menggunakan sendok saat makan. Menurutnya, kebiasaan seperti ini berkontribusi pada kasus keracunan makanan.
Prabowo pun turut menekankan jika pendidikan higiene yang tepat menjadi hal yang penting, walaupun menjadi hal yang sepele.
“Namun, kami mengedukasi mereka untuk mencuci tangan. Jadi, mungkin saja keracunan makanan berasal dari hal-hal seperti itu. Mungkin tampak sepele, tetapi sebenarnya penting,” terang Prabowo.
Selain higiene, kekhawatiran lain Prabowo pada program MBG adalah terkait intoleransi laktosa pada anak-anak.
Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa malabsorpsi laktosa (LM), yaitu kondisi saat tubuh kesulitan mencerna laktosa, meningkat seiring bertambahnya usia: sekitar 21,3% pada anak usia 3-5 tahun, 57,8% pada usia 6-11 tahun, dan 73% pada usia 12-14 tahun, menurut National Library of Medicine.
“Sebagai contoh, kalau dikasih susu, dia nggak cocok dikasih susu karena dia tidak pernah minum susu seumur hidupnya. Ini namanya Lactose Intolerance. Setelah 2 minggu setelahnya akan diare. Dia gapernah minum susu, jadi butuh waktu penyesuaian,” tuturnya.
Menanggapi video tersebut, warganet pun mengkritik pernyataan Prabowo dan menyebut jika dirinya tak ingin mengakui kesalahan.
“Pak, apa susahnya bilang maaf sih??? udah 5 ribu korban loh. Mau banyak, mau dikit, itu tetep korban pak, nyawa orang. Ini tuh program yang anda janjikan pas pilpres dan sekarang menelan banyak korban. Minimal minta maaf. Gak menurunkan martabat anda juga kok,” tulis warganet tersebut.
