Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan tiga pesan penting kepada para inspektorat di seluruh Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan dan Pengawasan (Rakornas Binwas) Inspektorat Daerah Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (9/10).
Pesan pertama, Tito meminta para inspektorat daerah tidak hanya berperan setelah suatu kejadian terjadi, tetapi juga aktif memberikan masukan, peringatan, dan prediksi (foresight) terhadap kebutuhan dan potensi masalah di masa depan.
“Foresight itu artinya memprediksi bahwa ini program bagus atau enggak, boros enggak, perlu enggak, uangnya kebanyakan enggak. Itulah pada waktu perencanaan utamanya, peran inspektorat jangan diam saja, jangan sudah direncanakan oleh masing-masing dan kemudian setelah itu dieksekusi, baru diperiksa salahnya apa,” kata Tito.
Pesan kedua, lanjut Tito, adalah pentingnya memiliki pengetahuan mendalam (insight) terhadap program yang sedang berjalan. Para inspektorat diminta untuk aktif mengawasi, memantau, serta memberikan bimbingan dan masukan agar pelaksanaan program tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah.
Pesan ketiga, Tito menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi yang tegas. Jika ditemukan pelanggaran, inspektorat wajib menindak sesuai kewenangannya.
Dia menegaskan, Inspektur memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan, bahkan secara bertingkat hingga melakukan penindakan berupa pemberhentian kepada kepala daerah apabila melakukan kesalahan.
“Inspektur memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan, bahkan secara bertingkat, tadi saya sampaikan, hasil pemeriksaan juga enggak main-main, itu bisa berakibat juga kalau ada temuan-temuan dan akurat melanggar hukum, kepala daerah pun bisa dilakukan pemberhentian,” ucapnya.
Meski begitu, kata Tito, mekanisme pemberhentian berbeda antara kepala daerah dan kepala desa.
“Kalau kepala daerah melalui mekanisme mahkamah agung, kalau kepala desa tanpa mahkamah agung, hasil pemeriksaan kabupaten kota cukup kepala desanya, kira-kira seperti itulah,” pungkas Tito.
Pewarta : Fifi Abdurahman
