Mendikdasmen Tinjau TKA di SDN Cipayung 01: Jangan Menyontek!

Pelaksanaan TKA tersebut turut dipantau langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, yang hadir memastikan proses ujian berjalan tanpa kendala. Foto: Dok.Kemendikdasmen Pelaksanaan TKA tersebut turut dipantau langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, yang hadir memastikan proses ujian berjalan tanpa kendala. Foto: Dok.Kemendikdasmen

Jakarta, GPriority.co.id – Sebanyak 89 murid SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan, telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/Sederajat Gelombang 3 dan 4 tahun 2026 pada Senin (27/4).

Pelaksanaan TKA tersebut turut dipantau langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang hadir memastikan proses ujian berjalan tanpa kendala.

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti memberikan motivasi kepada para siswa agar mengerjakan soal dengan jujur dan percaya diri.

“Semangat mengikuti TKA, percaya pada kemampuan diri, jangan menyontek, dan kerjakan TKA ini dengan kemampuan kalian. Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan soal dan semoga mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkap Abdul Mu’ti dalam siaran pers Kemendikdasmen dikutip, Selasa (28/4).

Sementara itu, Kepala SDN Cipayung 01 Ciputat, Lina Marlina, mengungkapkan keberhasilan pelaksanaan TKA tidak lepas dari kerja sama lintas sekolah dan guru.

Dengan keterbatasan fasilitas, sekolah yang hanya memiliki 11 unit komputer harus meminjam perangkat tambahan dari SDN Cipayung 02 serta para guru.

“Kolaborasi lintas sekolah menjadi solusi sementara sambil menunggu penambahan jumlah perangkat pendukung TKA. Kami benar-benar menjaga perangkat yang kami pinjam dengan maksimal agar tidak terjadi gangguan teknis. Ini menjadi pengalaman baru bagi kami, tentunya semua dipersiapkan dengan sangat serius,” ungkap Lina.

Sebanyak 89 siswa dibagi ke dalam dua ruang laboratorium dengan tiga sesi pelaksanaan agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan optimal.

Selain kesiapan perangkat, sekolah juga memperkuat penguasaan materi melalui pembentukan Komunitas Belajar (Kombel) antar guru. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran sekaligus memaksimalkan kesiapan siswa menghadapi TKA.

Lina berharap dukungan pemerintah terus berlanjut untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan.

“Saya juga berharap adanya dukungan dari Kemendikdasmen untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di SD kami,” ungkap Lina.

Sementara itu, guru kelas VI, Siti Nurlaela, menjelaskan bahwa pendalaman materi telah dilakukan sejak awal semester.

“Kami melakukan pendalaman materi pada waktu selepas mereka pulang sekolah. Mereka kami berikan waktu istirahat untuk pulang ke rumah dan kembali lagi ke sekolah pukul 13.30 hingga 15.00. Melalui komunikasi aktif dengan orang tua, pendalaman materi ini mendapat respons positif dan sebagai pendidik saya sangat termotivasi untuk bisa memacu mereka mendapatkan nilai maksimal agar bisa mendapatkan SMP negeri,” tutup Laela.