Jakarta, GPriority.co.id – Proses evakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menginstruksikan tim SAR untuk tidak menggeser gerbong kereta demi menghindari risiko cedera yang lebih fatal bagi korban yang masih terjepit.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4), Syafii menegaskan bahwa tim penyelamat mengutamakan teknik ekstrikasi khusus dengan metode cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan material).
“Kami tidak ingin ada pergerakan yang malah memperburuk kondisi mereka. Ekstrikasi dilakukan secara perlahan hingga badan korban terpisah dari material yang menghimpit,” kata dia saat memantau langsung evakuasi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.
Ia menambahkan, peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tim SAR gabungan, lanjutnya, akan bekerja maksimal demi keselamatan para penumpang.
“Kejadian ini merupakan duka mendalam bagi kita semua. Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar proses evakuasi ini bisa segera tuntas dan seluruh korban dapat segera dikeluarkan dalam kondisi selamat,” cetusnya.
Insiden tragis tersebut terjadi pada Senin (27/4) sekitar pukul 20.55 WIB. KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 dengan rute Gambir–Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).
Hingga Selasa dini hari pukul 05.11 WIB, tim SAR melaporkan masih ada tiga dari tujuh penumpang yang terjepit di dalam gerbong KRL nomor 8, yang merupakan gerbong khusus wanita. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak lima orang.
Selain mengevakuasi korban, petugas juga melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut gerbong untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal. Barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Pihak PT KAI memastikan bahwa perkembangan proses evakuasi akan diperbarui secara berkala setiap dua jam sekali. Hal tersebut disampaikan Direktur PT KAI Bobby Rasydin yang mendampingi Menteri Perhubungan Dudhy Purwaghandy serta Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers sebelumnya.
Hingga saat ini, fokus utama tim gabungan masih pada penyelamatan korban yang tersisa, di tengah kondisi material gerbong yang ringsek parah akibat benturan keras.
