Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, semakin menegaskan komitmennya untuk memusnahkan ikan sapu-sapu di sungai ibu kota.
Meski memiliki karakter unik, ikan sapu-sapu sangat tangguh bertahan hidup di lingkungan tercemar. Keberadaan ikan sapu-sapu menurut Pramono tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi besar mengganggu keseimbangan ekosistem perairan ibu kota.
Dilansir dari beberapa sumber, ikan sapu-sapu sering kali ditemukan di sungai, danau, hingga saluran air perkotaan. Dalam dunia ilmiah, ikan sapu-sapu termasuk dalam keluarga Loricariidae, atau ikan lele berperisai.
Awalnya, ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan. Setelah pelepasan ke alam bebas dan perdagangan ikan hias, spesies ini kemudian menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Terdapat beberapa jenis ikan sapu-sapu yang umum ditemukan. Diantaranya :
1. Hypostomus plecostomus
Jenis ini paling populer dan sering dipelihara sebagai ikan pembersih akuarium. Tubuhnya dilapisi pelat keras dan memiliki mulut berbentuk pengisap.
2. Pterygoplichthys pardalis
Dikenal dengan corak tutul pada tubuhnya, jenis ini sering ditemukan di perairan liar di Indonesia. Pertumbuhannya cepat dan mampu mencapai ukuran besar.
3. Ancistrus sp.
Biasanya berukuran lebih kecil dan memiliki “tentakel” di bagian kepala, terutama pada jantan. Lebih umum dijadikan ikan hias.
Ikan sapu-sapu sendiri memiliki ciri khas berupa mulut pengisap yang digunakan untuk menempel pada permukaan dan mengonsumsi alga atau sisa organik. Selain itu, tubuhnya dilindungi oleh pelat keras yang membuatnya tahan terhadap predator.
Meskipun terlihat bermanfaat sebagai pembersih, keberadaan ikan sapu-sapu di alam liar justru menimbulkan masalah. Ikan ini tergolong spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Beberapa dampak negatifnya antara lain mengganggu habitat ikan lokal, mengikis tebing sungai karena aktivitas menggali, serta bersaing dalam mendapatkan makanan dengan spesies asli.
Di sisi lain, ikan sapu-sapu juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ikan ini dapat diolah menjadi bahan pangan atau pakan ternak setelah melalui proses tertentu.
Selain itu, kandungan protein dalam ikan sapu-sapu cukup tinggi. Namun, karena hidup di perairan yang sering tercemar, perlu kehati-hatian dalam pengolahannya.
