Kentucky, GPriority.co.id – Sebuah insiden memilukan menggemparkan publik internasional. Salah satu rumah sakit di daerah Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, diketahui membuang pasien lansianya hanya karena tak mampu bayar.
Kejadian ini diinvestigasi oleh media Wave3. Mereka menemukan seorang pasien dalam kondisi telantar di trotoar tepat di depan rumah sakit tersebut.
Mirisnya, pasien tersebut masih mengenakan pakaian pasien dan diduga sengaja ditinggalkan dalam kondisi rentan di tengah cuaca dingin yang menusuk.
Peristiwa ini memicu kecaman luas karena dianggap sebagai bentuk kegagalan sistem perlindungan sosial dan etika layanan kesehatan, khususnya terhadap kelompok rentan seperti lansia di negara tersebut.
Menurut laporan yang beredar, tidak ada yang mendampingi lansia tersebut. Identitas lansia tersebut juga tidak jelas. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pasien tersebut baru saja dikeluarkan atau bahkan ditinggalkan oleh pihak tertentu tanpa prosedur perawatan lanjutan yang layak.
Kasus ini memperkuat kekhawatiran publik tentang meningkatnya kasus penelantaran pasien lansia, terutama di fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan terakhir.
Bukan hanya di AS, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah laporan di berbagai negara menunjukkan adanya pasien lansia yang mengalami penelantaran, baik oleh keluarga maupun sistem layanan kesehatan.
Dalam kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah lain, seorang warga juga diduga ditinggalkan di area terpencil setelah tidak lagi memiliki penanggung jawab keluarga.
Selain dampak fisik akibat paparan cuaca dingin, penelantaran pasien lansia juga dapat menyebabkan trauma psikologis yang berat. Lansia yang ditinggalkan berisiko mengalami kebingungan, depresi, hingga penurunan kondisi kesehatan yang lebih cepat.
Peristiwa ini menjadi alarm bagi banyak negara untuk memperbaiki sistem perlindungan pasien lansia. Diperlukan kebijakan yang lebih ketat terkait prosedur pemulangan pasien lansia, verifikasi keluarga atau penanggung jawab, sistem rujukan sosial pasca perawatan, hingga pengawasan etika rumah sakit.
Tanpa sistem yang kuat, kasus serupa berpotensi terus terjadi dan menambah daftar panjang masalah kemanusiaan di sektor kesehatan.
