Jateng,GPriority.co.id-Sabtu (16/4/2022) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berkunjung ke daerah Lereng Gunung Wilis, Magetan untuk bertandang ke sentra kerajinan batik di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi.
” Desa Simbatan dikenal sebagai sentra batik ciprat yang dibuat oleh para penyandang disabilitas. Untuk itulah saya selalu ingin berkunjung ke sana. Alhamdulillah kini bisa terealisasi,” ujar Ganjar.
Ganjar mengaku terkesan dan terus mencoba mengenalkan batik ciprat hingga ke mancanegara.
Lantas apa sih yang dimaksud batik ciprat tersebut?Batik Ciprat Simbatan merupakan hasil karya para difabel di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Merupakan binaan dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial di Kabupaten Magetan. Para difabel yang ada di Desa Simbatan sejumlah 36 orang, namun yang aktif hanya sekitar 26 orang.
Pada tahun 2015 Sentra Batik Ciprat telah dibuka oleh Bupati Magetan Sumantri Noto Adinagoro. Tempat pembuatan batik ciprat berada di Balai Desa Simbatan, Kabupaten Magetan, Kecamatan Ngunturonadi, Jawa Timur.
Menurut Deni (36) salah satu pembimbing dari karya batik ciprat, dengan kesabaran para penyandang disabilitas tersebut hasil karyanya bisa menghasilkan 20 sampai 25 lembar batik ciprat. Batik ciprat langitan disabilitas Simbatan memiliki beberapa motif diantaranya motif meteor, gepyok, jumput, rainbow cake, lurikan dan motif ciprat. Hasil karya batik ciprat langitan kampung peduli disabilitas Simbatan biasanya dijual dengan harga dibawah batik biasa, satu lembar dijual hanya Rp.150.000 perlembar.
Meski terbilang murah, Batik ciprat ini sudah dikenal seluruh dunia loh guys bahkan mewakili Indonesia mengikuti pameran di Thailand, motif sederhana itu mendapatkan apresiasi. Kini hasil produksi melambung dengan banyaknya pesanan yang tidak hanya dalam negeri tetapi sudah sampai ke mancanegara.(Hs.Foto.diskominfo Magetan)
