Mengenal Freeport di Tanah Papua

Mengenal Freeport di Tanah Papua

PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang di wilayah kabupaten Mimika yang berada di jantung “Burung Cendrawasih” Papua. Beroperasi di daerah dataran tinggi Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.

Disana biasanya PT Freeport akan menambang, memproses, dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Freeport Indonesia memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.

Berdasarkan informasi dari akun instragram @freeportindonesia, Minggu (05/09/2021), sejak Desember 2018, luas wilayah konsensi PT Freeport Indonesia yang ditetapkan dalam izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) adalah 9.946 ha. Luas lahan tersebut merupakan 0,2 persen dari luas tanah Papua yang luasnya 40.740.000 Ha.

Luas wilayah tersebut merupakan hasil dari pengurangan wilayah Kontrak Karya, termasuk melepaskan secara resmi area blok Wabu yang merupakan wilayah berprospek untuk diusahakan dan diberdayakan. Selain itu juga ada wilayah penunjang seluas 116.783 Ha.

Wilayah Freeport Indonesia dalam IUPK ini terdiri dari :
1. Pelabuhan Amamapare, untuk mengirim atau mengekpor konsentrat.
2. Portsite, tempat mengeringkan dan menyimpan konsentrat
3. Bandara Mozes Kilangin, Bandar udara satu-satunya di Timika yang dibangun oleh Freeport
4. Kuala Kencana, Kota penunjang kerja Freeport, terdapat kantor dan serta pemukiman karyawan
5. Tembagapura, Kota penunjangkerja Freeport, terdapat kantor dan pemukiman karyawan.
6. Concentrating Mill, pabrik pengelolaan bijih
7. Area tambang bawah tanah yang akan menjadi terbesar di dunia dan dikelola oleh putra putri terbaik bangsa. (Dwi.foto.dok.Freeport Indonesia)

Related posts