Mengenal Olahraga Kabaddi Yang Pernah Jadi Cabor Asian Games Jakarta-Palembang

Jakarta, GPriority.co.id – Olahraga kabaddi memang belum banyak dimainkan di Indonesia. Namanya juga masih sangat asing bagi sebagian masyarakat. Namun siapa sangka jika cabor ini sebenarnya cukup populer di dunia. Bahkan pernah dimainkan dalam gelaran Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Olahraga Kabaddi berasal dari Tamil Nadu, India dan menjadi olahraga nasional di Bangladesh dan Negara bagian Punjab, Tamil Nadu, dan Andhra Pradesh. Di India olahraga ini menjadi latihan fisik rutin bagi murid sekolah.

Secara harfiah, nama kabaddi berasal dari istihal dalam bahasa tamil ‘kai pidi’ yang berarti ‘berpegangan tangan’. Diperkirakan olahraga ini telah ada sejak zaman prasejarah di negara bagian Tamil Nadu sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Permainan ini awalnya digunakan untuk mempersiapkan tentara. Kemudian diangkat menjadi permainan modern pada tahun 1911. Pada tahun 2004, piala dunia kabaddi pertama kali digelar menyusul pendirian induk olahraga dunia kabaddi atau International Kabaddi Federation. 

Dilihat dari aturan permainanya, sekilas olahraga ini mirip permainan tradisional Indonesia, gobak sodor. Setiap tim terdiri dari 12 pemain dengan 7 pemain di atas lapangan dan 5 pemain cadangan. Olahraga kabaddi dimainkan di atas lapangan berbentuk persegi panjang dengan ukuran10x13 meter, untuk tim pria. Sedangkan untuk tim wanita, luas lapangan kabaddi adalah 12×8 meter.

Permainan dilakukan dengan membagi kedua tim ke dalam tim penyerang dan tim bertahan secara bergiliran. Mereka akan bermain selama 2×20 menit dengan salih berhadapan. Dimulai dari tim penyerang yang akan berlari melewati garis tengah lapangan ke arah area lawan, menyentuh anggota tim bertahan, lalu kembali.

Semakin banyak lawan atau pemain dari tim bertahan yang disentuh, maka semakin banyak poin yang diperoleh. Akan tetapi, jika tim bertahan dapat mencegah pemain dari tim penyerang melewati garis tengah lapangan untuk kembali ke area permainan sendiri, maka tidak diperoleh poin. Begitu seterusnya secara bergantian oleh masing-masing tim.

Ada beberapa aturan yang harus diingat ketika memainkan olahraga ini, misalnya raider atau penyerang harus meneriakkan “kabaddi” sebelum melintasi garis tengah dan tidak boleh berhenti sampai ia kembali ke area permainannya.

Tim yang sedang bertahan bertugas sebagai stopper, yakni mencegah lawan mendapat poin. Bisa dengan mendekap atau menarik kaki raider. Raider yang tumbang harus keluar dari permainan. Wasit berhak mengeluarkan pemain ketika mereka tersentuh, tertangkap atau melanggar peraturan.

Namun, pemain yang sudah dikeluarkan karena tersentuh atau tertangkap dapat dilakukan revive atau menghidupkan kembali pemain yang dikeluarkan tadi dengan mengeluarkan pemain lawan.

Di Indonesia, olahraga ini mulai menarik perhatian sejak menjadi salah satu cabor dalam Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Namun olahraga ini sebenarnya telah diakui secara nasional sebagai cabang olahraga resmi dan telah memiliki induk olahraganya sendiri bernama Federasi Olahraga Kabaddi Indonesia (FOKSI).

Di Indonesia Kabaddi pertama kali diperkenalkan lewat Asian Beach Games 2008 di Bali. Olahraga ini kemudian dijadikan pertandingan eksibisi dalam ajang PON XII Bali tahun 2015. Alhasil, cabor ini lebih dikenal masyarakat Bali ketimbang di daerah lain di Indonesia. Begitu juga dengan FOKSI yang markasnya berada di Bali. (Vn)

Related posts