Mengetahui Sejarah serta Amalan yang dilakukan saat Peringatan Isra Mi’raj


Isra Mi’raj dikenal sebagai suatu peristiwa yang dilalui oleh Rasulullah saw. terjadi dalam satu malam. Isra dan Mi’raj diperingati umat Islam setiap 27 Rajab Hijriah, bertepatan dengan hari Senin, tanggal 28 Ferbruari 2022 Masehi.

Terdapat khilafiyah (perbedaan pendapat) versi tentang tanggal, bulan, dan tahun peristiwa Isra Mi’raj. Namun mayoritas meyakini tanggal 27 Rajab, sekitar 621 Masehi. Isra dan Mi’raj terjadi setelah tahun kesedihan, yakni ketika Rasulullah saw. melepas kepergian paman sekaligus orang yang melindungi beliau, Abu Thalib, dan juga istri tercinta Khadijah binti Khuwailid. Peristiwa tersebut juga dikenal dengan aamul huzni. Dalam buku Muhammad: Biografi Singkat (Rogerson, 2013:145) dikatakan bahwa Isra dan Mi’raj merupakan hadiah Allah sekaligus sebagai tanda bukti bahwa Nabi Muhammad saw. mengikuti jalur para nabi terdahulu.

Peristiwa Isra dan Mi’raj yang dilalui Rasulullah saw. Allah abadikan dalam kitab-Nya, QS Al-Isra ayat 1. Isra yang bermakna perjalanan malam adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad saw. berangkat dari Ka’bah di Mekkah menuju Baitul Maqdis yang berada di Yerusalem. Jarak antara Mekkah dan Yerussalem sekitar 1.239 km. Pada tahun 621 M, normal jarak yang ditempuh dengan kuda atau unta sekitar sebulan lamanya. Namun, Rasulullah saw. mencapainya hanya dalam waktu semalam. Sementara Mi’raj merupakan peristiwa perjalanan Rasulullah saw. dari Baitul Maqdis menuju Sidratul Muntaha dengan melewati 7 langit, yang kemudian menjadi akhir perjalana untuk menerima erintah Allah swt. yakni menunaikan shalat 5 waktu.

Saat Rasulullah tiba di Sidratul Muntaha, yang merupakan simbol puncak pengetahuan yang paling mungkin dicapai makhluk. Allah swt. berfirman dalam QS. An-Najm : 17, “Penglihatannya (Muhammad) tidak erpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.”

Syeikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah menulis dalam kitabnya Tafsir al-Wajiz tentang ayat ini. Dikatakan bahwa saat pohon Sidrah itu diliputi oleh makhluk-makhluk yang meliputinya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Penglihatan Rasulullah tidak berpaling dari apa yang dilihatnya dan tidak mampu melampauinya.

Menurut Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, terdapat beberapa hal menyangkut perjalanan Mi’raj Rasulullah saw:

1.Sebelum berangkat, Rasulullah saw. dibedah dan dicuci hati beliau agar dipenuhi dengan iman.

2.Allah menyiapkan satu kendaraan untuk perjalanan beliau, yakni kendaraan yang lebih kecil daripada kuda dan lebih besar daripada bagal yang dinamai dengan “Buraaq”. Langkahnya sejauh mata memandang.

3.Rasulullah saw. diantar oleh malaikat Jibril dengan kendaraan Buraaq dari langit pertama hingga langit ketujuh.

Di dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa kejadian pembelahan dada beliau terjadi juga kali ini. Dalam perjalanan ini, Rasulullah saw. mengalami kejadian lain:
1.Rasulullah ditawari susu dan khamar, lalu memilih susu. Kemudian dikatakan kepada beliau, ‘Engkau telah diberi petunjuk sesuai fitrah.’ Dalam lafal yang lain dikatakan, ‘Engkau telah mengenai fitrah, sedangkan andaikata engkau mengambil khamar, tentu umatmu akan sesat.’

2.Rasulullah melihat empat sungai di surga, dua sungai tampak dan dua lagi tersembunyi. Dua sungai yang tampak ini adalah sungai Nil dan Eufrat, yakni unsur keduanya. Adapun yang tidak nampak adalah dua sungai di surga. Barangkali makna melihat sungai Nil dan Eufrat tersebut adalah sebagai isyarat atas eksistensi Islam pada kedua wilayah dimana kedua sungai tersebut berada. Wallahu a’lam

3.Rasulullah melihat Malaikat Malik, penjaga neraka yang tidak pernah tertawa, di wajahnya tidak terpancar kegembiraan dan keceriaan.

4.Rasulullah juga melihat surga dan neraka.

5.Rasulullah melihat para pemakan harta-harta anak yatim secara zalim. Mereka memiliki bibir seperti bibir unta, mulut-mulut mereka dilempari dengan sepotong api dari neraka seperti batu sebesar genggaman tangan, lalu keluar dari dubur-dubur mereka.

6.Rasulullah melihat para pemakan riba yang memiliki perut-perut yang buncit. Karena kondisi ini, mereka tidak mampu untuk beranjak dari tempat mereka. Mereka dilintasi oleh keluarga pengikut Fir’aun saat akan disodorkan ke neraka lalu mereka diinjak-injak.

7.Rasulullah melihat para pezina, di antara tangan-tangan mereka terdapat daging yang gemuk dan segar dan di sampingnya terdapat daging yang bernanah dan membusuk. Mereka memakan yang bernanah dan membusuk tersebut dan membiarkan yang gemuk dan segar.

8.Rasulullah melihat wanita-wanita yang suka membawa masuk para lelaki asing. Beliau melihat mereka sedang bergelantungan pada payudara-payudara mereka.

9.Rasulullah melihat rombongan dari penduduk Mekkah sepulangnya dan ketika pergi. Beliau telah menunjukkan kepada mereka tentang unta yang melarikan diri dan meminum air milik mereka. Air minum ini ada di dalam wadah yang tertutup saat mereka tertidur, lantas si unta tersebut meninggalkan wadah tersebut dalam posisi tertutup. Hal itu telah menjadi petunjuk akan kebenaran pengakuan beliau pada pagi hari dari malam Isra’.

10.Rasulullah juga melihat manusia-manusia dengan cakar-cakar panjang yang terbuat dari tembaga mencakar-cakar wajah dan dadanya sendiri sampai berdarah-darah. Lalu Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah perwujudan dari kelompok manusia yang pernah menjatuhkan harga diri oranglain di depan publik.

11.Nabi kemudian melintasi sekelompok orang bercocok tanam, kemudian langsung memanen hasilnya. Ini adalah gambaran umat yang berjihad fi sabilillah.

12.Nabi menyaksikan orang-orang yang memukul kepala dengan palu hingga pecah, namun kepala itu utuh kembali dan dipukul lagi, kemudian mereka membentur-benturkannya lagi seolah tak pernah merasa jera. Rasul bertanya, ‘Siapa orang-orang itu, Jibril?’ Jibril menjawab, ‘mereka adalah orang-orang yang malas atau yang meninggalkan salat fardu.

Sesampainya Rasulullah di Baitul Maqdis, beliau mengerjakan shalat dua rakaat, beliau menjadi imam para nabi di tempat tersebut.

Setelah itu, Nabi Muhammad saw. melakukan Mi’raj. Melewati langit dunia menuju Sidratul Muntaha. Dalam proses Mikraj ini, Rasulullah bertemu denan para nabi pilihan disetiap langit, yakni:

Nabi Adam di langit pertama
Nabi Isa dan Yahya di langit kedua
Nabi Yusuf dil angit ketiga
Nabi Idris di langit keempat
Nabi Harun di langit kelima
Nabi Musa di langit keenam
Nabi Ibrahim dilangit ketujuh

Kemudian, pada akhirnya Rasulullah saw. mencapai Sidratul Muntaha. Beliau mendapatkan perintah untuk mengerjakan shalat wajib 5 waktu, yang menjadi titik penting perjalanan beliau dalam malam tersebut.

Amalan yang dilakukan ketika Isra Mi’raj:

1.Berdoa

اللهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ، حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ، أَنِ ارْحَمْ قَلْبِي الْحَزِيْنَ، وَتُجِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.

Allahuma inni as-aluka bi musyahadati israari al-muhibbin, wabilhalawatillati khash-shashasta biha sayyidil mursalin, hina asrarta bihi lailata as-sab’I wal ‘isyriina,anirham qalbiia al-haziin,tujibta da’wati,yaa-akramil akramiin

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia para ahlul mahabbah dengan kemulian khalwat (pertemuan tersembunyi) yang hanya Engkau berikan kepada Nabi Muhammad pemimpin para Rasul ketika Engkau berikan kesempatan kepada beliau pada malam 27 Rajab, berikanlah hatiku yang sedang galau akan kasih sayang-Mu serta kabulkan doa-doaku, Wahai yang Maha memiliki kedermawanan.”

2 Berpuasa
Menjelang malam peringatan Isra Mi’raj, umat muslim disunnahkan berpuasa. Puasa yang bisa dilaksanakan adalah puasa sunnah, seperti puasa Rajab atau puasa Senin Kamis.

3.Memperbanyak shalawat kepada Rasulullah
Saat peringatan Isra Mi’raj sebaiknya diisi dengan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengingat Rasulullah.

4.Berdzikir
Ketika peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad diajarkan berdzikir oleh Nabi Ibrahim ‘alayhissalam dalam perjalanannya menuju langit ketujuh. Berikut bacaan dzikirnya: Laa haula walaa quwwata illa billah.

Artinya: “Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah.

5.Memperbanyak Istighfar dan Taubat kepada Allah
Malam peringatan Isra Mi’raj adalah malam yang mulia. Terlebih bulan Rajab termasuk dalam salah satu bulan Haram yang mana jika berbuat sesuatu yang mendatangkan pahala maupun dosa, keduanya akan dilipatgandakan. Oleh karena itu, umat muslim disunnahkan memperbanyak istighfar dan bertaubat memohon ampun kepada Allah.

6.Menjauhi Maksiat
Tersebab karena pada bulan ini segala amal dilipatgandakan, tentunya akan lebih sempurna jika umat muslim menjauhi maksiat dan melakukan berbagai hal yang mendatangkan pahala dari Allah swt.

7.Tidak meninggalkan Shalat
Pada hari yang mulia, selain menjauhi maksiat tentunya umat muslim juga tetap harus menunaikan kewajibannya, yakni mengerjakan shalat 5 waktu

8.Memperbanyak Sedekah
Sedekah akan mendatangkan pahala bagi pengamalnya, serta mengantarkan amalan mulia di hari peringatan Isra Mi’raj.

Isra dan Mi’raj merupakan sebuah bukti kekuasaan Allah melampaui segalanya tanpa terbatas ruang dan waktu. Mi’raj dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. sebagai gambaran manusia sempurna yang mencapai titik penghambaan mutlak kepada Rabb Semesta Alam.(#)