Menkeu Purbaya Sebut Gibran Mendukungnya Untuk Bicara Ceplas-Ceplos

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebut didukung Wapres Gibran untuk bicara dengan gaya ceplas-ceplos/Foto : Dok. LPS Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebut didukung Wapres Gibran untuk bicara dengan gaya ceplas-ceplos/Foto : Dok. LPS

Jakarta, GPriority.co.id – Sejak awal kemunculannya dan dilantik menggantikan Sri Mulyani, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memang dikenal dengan gayanya yang sederhana dan ceplas-ceplos. Banyak juga yang mengatakannya bergaya koboi.

Baru-baru ini saat setelah bertemu dengan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (17/10) lalu, Menkeu Purbaya menjelaskan jika Gibran memintanya untuk tetap berbicara secara apa adanya, atau ceplas-ceplos.

“Oh dia (Gibran) mendukung juga. Saya suruh ngomong ceplas-ceplos terus katanya,” ujar Menkeu Purbaya sebagaimana dikutip dari laporan ANTARA pada Minggu (19/10).

Dalam agenda pertemuan tersebut, keduanya juga turut membahas isu penting terkait kondisi ekonomi daerah serta kekhawatiran dari para kepala daerah terhadap kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).

Purbaya juga meminta para kepala daerah untuk fokus membenahi pos belanja serta memastikan bahwa penyerapan anggaran belanja berjalan secara optimal mulai kuartal IV-2025 hingga awal 2026 mendatang.

Sebagai informasi, sebelumnya Purbaya telah melakukan pertemuan dengan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menjelaskan mekanisme TKD dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Secara tegas ia mengatakan bahwa kebijakan fiskal apapun akan disesuaikan dengan kondisi keuangan nasional dan daerah agar dapat tetap adil serta menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Sebelumnya beberapa gubernur diantaranya dari Maluku Utara serta Aceh, menyuarakan aspirasi mereka agar pemangkasan dana pusat tak menghambat pembangunan infrastruktur di daerah.

Purbaya pun meresponnya dengan menegaskan bahwa dirinya akan terus berkomitmen untuk mencari solusi serta menyeimbangkan kebutuhan daerah dengan kondisi fiskal Indonesia saat ini.

“Kalau mereka (pemerintah daerah) mau bangun daerahnya kan harusnya dari dulu sudah bagus. Anggarannya enggak ada yang hilang sana-sini. Tapi salah satu concern di sana adalah banyak melesetnya (korupsi),” jawab Purbaya.