Menag Nasaruddin Umar Tekankan Pentingnya “Kurikulum Cinta” untuk Perkuat Kebinekaan

Menag Nasaruddin Umar dalam acara Doa Bersama Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) di Ballroom Kuningan City Mall, Jakarta, Sabtu (18/10)/Foto Kementerian Agama Menag Nasaruddin Umar dalam acara Doa Bersama Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) di Ballroom Kuningan City Mall, Jakarta, Sabtu (18/10)/Foto Kementerian Agama

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya “kurikulum cinta” sebagai pedoman kehidupan yang kokoh agar perbedaan di tengah masyarakat Indonesia dapat dirangkai menjadi kekuatan bersama dalam bingkai kebinekaan.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin dalam acara Doa Bersama Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) di Ballroom Kuningan City Mall, Jakarta, Sabtu (18/10).

“Kurikulum cinta perlu ditata sedemikian rupa bagaimana supaya perbedaan ini diramu menjadi sebuah lukisan,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya. 

Menurut Nasaruddin, kebinekaan merupakan lukisan Tuhan, yang tidak boleh dirusak oleh siapapun.

“Kebinekaan ini adalah lukisan Tuhan, tidak boleh ada siapa pun yang merusaknya. Indonesia ini adalah lukisan Tuhan yang terindah di dunia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak ruang spiritualitas dan tempat ibadah sebagai sarana penyadaran diri dan pendekatan kepada Tuhan. 

‎“Makin banyak tempat-tempat berdoa kepada Tuhan, makin banyak tempat penyadaran diri terhadap Tuhannya. Itu lebih baik daripada rumah-rumah preman yang mengajak orang menjauhi Tuhan,” ujarnya.

Dalam acara yang sama, juga dilakukan Deklarasi Perdamaian Indonesia Berdoa yang dibacakan langsung oleh Menag Nasaruddin Umar

Berikut Isi Deklarasi Perdamaian Indonesia Berdoa 

Deklarasi Perdamaian Indonesia Berdoa

‎Kami berjanji menjaga tanah air Indonesia sebagai amanah Dari Tuhan yang Maha Esa.

‎Tanah yang mempersatukan bukan memisahkan.

‎Kami berkomitmen menegakkan kejujuran dan Keadilan.

‎Karena hanya bangsa yang adil, yang dapat hidup dalam kedamaian.

‎Kami bertekad memelihara persatuan dan kesatuan.

‎Menempatkan Indonesia di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dengan doa dan keyakinan, kami berdiri untuk Indonesia.

‎Damai dalam keberagaman adil dalam tindakan dan kuat dalam persaudaraan.