Menperin Resmikan Groundbreaking Smelter Nikel di Kaltim

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Kemenperin

Jakarta, GPriority.co.id – Seperti diketahui bersama, pemerintah kini tengah aktif mendorong kebijakan hilirisasi industri. Salah tujuannya, meningkatkan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri. Selaras dengan hal tersebut, “Sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo, terus berupaya agar semua nilai tambah tetap berada di Indonesia,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan groundbreaking industri smelter nikel PT Mitra Murni Perkasa (MMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada (11/9).

Menurut Agus, dengan adanya pembangunan industri smelter untuk mempercepat program hilirisasi. Di satu sisi, dapat memberikan penyediaan bahan baku yang cukup dan beragam, sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan di sektor industri lainnya. Sebagai contoh, peningkatan nilai tambah dari pengolahan bijih nikel menjadi nickel matte adalah 14 kali, bila menjadi nikel murni bahan baku baterai bisa mencapai 19 kali, dan bila menjadi prekursor akan mencapai 340 kali.

Di sisi lainnya, pemerintah juga melakukan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk menarik investasi domestik dan luar negeri untuk mendorong pendirian industri baru dan perluasan industri yang ada.

Lebih jauh Menperin menjelaskan, saat ini terdapat 38 smelter nikel stand alone yang telah beroperasi di bawah binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan nilai investasi mencapai USD15,8 Miliar. “Dari 38 smelter tersebut, 35 diantaranya adalah smelter pyrometallurgy, sisanya merupakan smelter hydrometallurgy dengan produk akhir MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) yang dapat diolah lebih lanjut menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik,” jelas Agus.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemenperin menurut Agus, juga telah menyusun peta jalan untuk pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) ke depannya. Dalam road map itu disebutkan, target kuantitatif produksi KBLBB roda empat atau lebih sebesar 1 juta unit pada tahun 2035, dan KBLBB roda dua atau tiga mencapai 12 juta unit.

Dalam sambutannya, Kemenperin juga mengapresiasi investasi industri smelter nikel di Indonesia, salah satunya PT MMP yang merupakan perusahaan dengan 100% Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Rencana kapasitas produksi smelter nikel tersebut sebesar 27.000 MT nickel matte per tahun dan akan digunakan untuk menjadi bahan baku baterai. Smelter nikel ini dijadwalkan melakukan commissioning pada tahun 2025.

Menperin menambahkan, PT MMP akan menjadi smelter nikel kedua di Indonesia yang memproduksi nickel matte. “Hal ini membuktikan bahwa PMDN juga mampu hadir, membangun sebuah proyek industri smelter nikel yang begitu besar, bernilai puluhan triliun Rupiah, untuk mendukung program industri baterai listrik nasional,” pungkas Agus.