Menuju Smart Exhibition

Jakarta,Gpriority-Akibat Pandemi Covid-19, rencana penyelenggaraan Pameran INACRAFT ke-22  yang telah dijadwalkan  pada tanggal 2 – 6 September 2020 kembali dibatalkan.

“Usai berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak berwenang dan pemangku kebijakan terkait dengan perizinan penyelenggaraan kegiatan, kami, ASOSIASI EKSPORTIR DAN PRODUSEN HANDICRAFT INDONESIA (ASEPHI) sebagai penyelenggara, dan PT. MEDIATAMA BINAKREASI sebagai pelaksana, dengan berat hati memutuskan untuk menunda pelaksanaan INACRAFT di tahun ini dan akan memfokuskan diri untuk mempersiapkan The 22nd INACRAFT yang akan diselenggarakan pada 31 Maret hingga 4 April 2021 di Jakarta Convention Center (JCC),” ucap Ketua Umum Asephi, Muchsin Ridjan melalui konferensi pers secara virtual pada Rabu (12/8/2020).

 The 22nd INACRAFT akan kembali hadir dengan area luas ruangan pameran sebesar 25.000 meter persegi. Area seluas 25.000 meter persegi menurut Muchsin Ridjan akan diisi oleh lebih kurang 1.300 UMKM peserta dan lebih dari 1.000 ragam produk kerajinan berkualitas dari seluruh nusantara. Tak hanya itu untuk penyelenggaraan yang ke-22 kalinya, INACRAFT akan mengusung konsep baru bernama SMART EXHIBITION.  Konsep ini merupakan sebuah inovasi nyata peran serta INACRAFT dalam menghadapi challenging situation dan merubahnya menjadi sebuah opportunities dalam sebuah pameran terpadu dengan sistem terintegrasi digital dan virtually-friendly yang akan memberi kemudahan-kemudahan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pameran INACRAFT.

“SMART (Simple, Mobile, Accessible, Real-time, Trustworthy) EXHIBITION  merupakan salah satu usaha INACRAFT sebagai sebuah platform promosi nasional dan internasional untuk memberikan  terobosan dalam pengembangan UMKM di masa mendatang melalui transaksi bisnis dan pertukaran informasi secara mudah, terencana dan terstruktur melalui aplikasi iberbasis Android dan IOS yang saat ini sedang dikembangkan. Konsep digital yang mencakup manajemen kepesertaan, e-commerce/marketplace, program live streaming, promosi digital dan mendukung cashless society  ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat golongan mikro kecil dan menengah untuk dapat kembali memulihkan perekonomian paska  pandemi  untuk dapat berpromosi  tanpa batas jarak dan waktu,” jelas Muchsin Ridjan.

Muchsin dalam keterangan persnya juga berharap pada penyelenggaraan ke-22 ini, INACRAFT dapat kembali menjadi salah satu primadona pusat promosi dan perdagangan bagi para pengusaha kerajinan dalam negeri yang kompatibel dengan era globalisasi dan digitalisasi sesuai dengan perkembangan teknologi dan tatanan gaya hidup baru.(Haris.Foto.dok.Inacraf)
 

Related posts