Menyambut Tahun Baru Islam, Simak Keutamaan dan Amalan-amalan Bulan Muharram

Jakarta,GPriority.co.id – Tinggal menghitung hari, seluruh umat muslim akan segera memasuki Tahun Baru Islam 1444H pada hari Sabtu, (31/7/2022). Bulan Muharram atau awal bulan dalam kalender hijriyah ditetapkan sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun baru Islam ini, umat muslim dianjurkan untuk menyambutnya dengan memperbanyak amal ibadah maupun amalan-amalan. Karena banyak sekali fadhilah (keutamaan) dan amaliyah (amalan ibadah sunnah) pada bulan tersebut.

Banyak sekali penjelasan mengenai keutamaan bulan Muharram. Salah satunya diriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda: “Satu tahun adalah 12 bulan, di antaranya ada empat bulan yang mulia. Yang tiga secara beriringan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan Rajab yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” (HR.Bukhori).

Selain itu adapula larangan keras untuk melakukan maksiat atau perbuatan dosa di bulan Muharram karena dinilai akan semakin berat dosanya. Dalam hal ini, Imam Qatadah berkata: “Sungguh kedzaliman yang dilakukan pada bulan haram merupakan seberat-beratnya kesalahan dari pada bulan-bulan lainnya, dan Allah akan mengagungkan (memberatkan) apapun yang Dia kehendaki.”

Keutamaan bulan Muharram lainnya ialah mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Hal ini ditafsirkan dari ahli tafsir Qatadah bin Di’amah: “Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram, sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya.”

Berikut amalan-amalan yang dianjurkan bagi umat muslim di bulan Muharram:

1. Puasa di Tanggal 1 Muharram
Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada 1 Muharram dan hari-hari setelahnya. Hal ini telah diriwayatkan dari Sayyidah Hafshah, bahwasannya Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikan (puasa)nya itu sebagai pelebur (dosa) selama 50 tahun. Dan puasa sehari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari di bulan selainnya.”(HR. Ad-Dailami).

2. Baca Doa Akhir Tahun
Membaca doa akhir tahun hendaknya dibaca tiga kali ketika ba’da Maghrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah. Umat muslim dianjurkan dengan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan bacaan doa akhir tahun, yang artinya:

“Wahai Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.

Wahai Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” (Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus, Kanzun Najah Was Surur Fi Ad’iyyah Al-Ma’tsur Al-Lati Tasyrah As-Shudur, hal: 298-299).

3. Baca Doa Awal Tahun
Karena perhitungan tanggal Islam berpedoman pada peredaran Bulan, maka doa awal tahun ini hendaknya dibaca setelah melaksanakan sholat Maghrib. Dimulai dengan membaca surat Yasin dan kemudian dilanjutkan dengan doa sebanyak 3 kali, yaitu:

“Wahai Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Engkau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat.

Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.” (Abdullah bin Muhammad Al-Khayyath Al-Harusyi, Al-Fathul Mubin Wad Durrut Tsamin, hal: 318-319).

4. Membaca Dzikir
Menurut Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus dalam kitabnya yaitu ‘Kanzun Najah Was Surur’, umat muslim dianjurkan untuk membaca dzikir sebanyak 70 kali pada waktu ba’da Maghrib hingga hari Asyura’ (10 Muharram).

5. Puasa Tasu’a dan Asyura’
Dari Abu Qatadah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Puasa hari Arafah saya berharap kepada Allah dapat menghapuskan (dosa) tahun sebelum dan tahun sesudahnya. Dan puasa hari Asyura saya berharap kepada Allah dapat menghapus (dosa) tahun sebelumnya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Di samping melakukan puasa Asyura, umat muslim juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a). Anjuran ini dengan alasan agar amalan umat Islam di bulan Muharram tersebut tidak menyerupai puasa kaum Yahudi. (Hn.Foto.Istimewa)

Related posts