Mobil Kepala Dinas Tabrak Siswa SD di Pandeglang, 2 Orang Tewas

Mobil Toyota Innova Hitam Kepala Dinas DPMPTSP Pandeglang menabrak kerumunan siswas SD di Pandeglang/Foto : Dok. Instagram @lambe_turah Mobil Toyota Innova Hitam Kepala Dinas DPMPTSP Pandeglang menabrak kerumunan siswas SD di Pandeglang/Foto : Dok. Instagram @lambe_turah

Pandeglang, GPriority.co.id – Insiden kecelakaan maut yang melibatkan mobil kepala dinas di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi sorotan publik.

Peristiwa ini terjadi di depan SDN Sukaratu 5 dan mengakibatkan korban jiwa. Terbaru, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi dua orang.

Dihimpun dari berbagai laporan media, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (30/4) lalu sekitar pukul 09.30 WIB saat para siswa sedang menjalani jam istirahat sekolah.

Sebuah mobil Toyota Innova hitam yang dikendarai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi, tiba-tiba menabrak kerumunan siswa yang berada di depan sekolah.

Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, menjelaskan kronologi kejadian. Ia menyebut kendaraan melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung sebelum akhirnya oleng ke kanan dan menghantam para siswa.

“Kita menjelaskan terkait kecelakaan lalu lintas di depan SDN Sukaratu 5, yang melibatkan kendaraan Toyota Innova hitam yang dikendarai oleh saudara Ahmad Mursidi, yang menabrak kerumunan anak sekolah yang ada di depan SD,” kata Surya dikutip dari laporan detiknews.

Dalam kejadian tersebut, total sembilan orang menjadi korban, yang sebagian besar merupakan siswa sekolah dasar. Selain itu, terdapat pula korban dari kalangan pedagang dan sales yang berada di lokasi saat kejadian.

Awalnya, satu siswa dilaporkan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Seorang guru di SDN Sukaratu 5, Rika, mengungkapkan detik-detik mengerikan saat kecelakaan terjadi. Ia menyebut para siswa tengah jajan di depan sekolah sebelum tiba-tiba mobil datang dan menabrak mereka.

“Anak lagi jajan, menurut keterangan ada mobil di depan nabrak sales dulu, lalu nabrak anak-anak, anak-anak udah ada yang di dalam kolong mobil, berdarah-darah sampai ada yang kritis,” ungkapnya.

Perkembangan terbaru menyebutkan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang. Korban kedua diketahui merupakan seorang pedagang yang sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“(Meninggal dunia) tadi pukul 15.00 WIB,” kata Rika.

Korban tersebut diketahui bernama Dewi Handayani, seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di lingkungan sekolah untuk membantu ekonomi keluarga. Kondisinya sempat kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tersebut. Pengemudi mobil, Ahmad Mursidi, tengah dimintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang.

Selain itu, terungkap bahwa saat kejadian pengemudi diduga dalam kondisi kurang sehat. Berdasarkan keterangan saksi, ia mengemudi seorang diri dengan selang oksigen terpasang. Informasi lain menyebutkan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit diabetes.

Hingga kini, para korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak kepolisian juga terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.