Mudik Aman dan Nyaman Bersama PUPR

Jakarta,GPriority.co.id-Dalam rangka penyebarluasan informasi terkait kesiapan jalur Mudik lebaran, Kementerian PUPR menggelar konferensi pers di Hotel Amos Cozy, Melawai, Jakarta Selatan, Selasa Sore (26/4/2022).

Hadir dalam acara tersebut, PT Jasa Marga Corporate Communication and Community Development Group Head, Dwimawan Heru Santoso, PT Waskita Toll Road Corporate Secretary, Alex Siwu, PT Hutama Karya Executive Vice President, Dwi Ariyono Bayuaji, PT Astra Infra CEO Toll Road Group Astra Infra, Kris Ade Sudiyono dan Staf ahli Menteri PUPR Hendra Saleh Atmawidjaya.

Dalam sambutannya, Staf ahli Menteri Hendra Saleh Atmawidjaya, mengatakan bahwa sebagai regulator PUPR telah menyiapkan berbagai regulasi termasuk prasarana jalan di bawah tanggung jawab PU.

Hendra dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan mengenai kesiapan infrastruktur baik jalan tol dan non tol. Menurut Hendra ada 2.500 ruas jalan yang sudah dioperasikan.

” Ini sudah dalam kondisi siap semua termasuk penyiapan rest area dan toiletnya. Dari BPUPKT telah disiapkan 100 toilet untuk menghindari antrean panjang. Terkait dengan rest area, kami mengizinkan pemudik bisa bertahan hingga 30 menit. Pembatasan waktu ini dimaksudkan agar pemudik lainnya bisa menikmati rest area,” ucap Hendra.

Dari sisi regulasi, PUPR juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan dishub kapan harus one way kapan harus Contra flow dan juga ganjil genap.

PUPR juga telah melakukan kampanye untuk memanfaatkan jalur pansela. Karena jalur Pansela sudah terhubung semua, “Namun untuk angkutan berat di jalur Cilacap tidak bisa namun pribadi bisa,” kata Hendra.

Hadirnya Jalur Pansela ini sekaligus turut mempromosikan destinasi wisata yang baru dan mengantisipasi jalur Pantura overload akibat intensitas kendaraan.

Selain di Pulau Jawa, PUPR juga memaparkan mengenai persiapan di Sumatera, ” Kita juga menyiapkan jalan tol dan jalan nasional dan mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Menambahkan ucapan Hendra,Dwimawan Heru Santoso selalu PT Jasa Marga Corporate Communication and Community Development Group Head, mengatakan bahwa Jalur mudik untuk tol sudah siap dan bisa dilalui.” Secara umum dari sisi pengelolaan ada 3 titik yang menjadi fokus pengelolaan. Yang pertama antisipasi gerbang tol. Dalam aspek ini telah dilakukan antisipasi gardu berfungsi dan juga menambah petugas,” kata Heru.

Di titik kepadatan, Jasa Marga juga akan menempatkan petugas. ” Kalau melihat tahun ini akan terjadi peningkatan yang luar biasa. 2021 naik menjadi satu juta 400 dan 2022 tidak hanya naik tetapi bahkan melebihi angka sebelum pandemi.jadi diperkirakan 2,6 juta meninggalkan Jakarta,” jelas Heru.

Guna mengantisipasi kemacetan, Heru meminta agar pengguna jalan bisa merencanakan perjalanan dan memanage waktu, karena pemerintah memberikan kelulasaan termasuk cuti bersama. ” Dengan demikian saat puncak mudik yakni 29 April dan puncak arus balik tanggal 8 Mei tidak terjadi kemacetan,” kata Heru.

Mengenai kapasitas jalan dan gerbang tol yang mencapai 2.300 kendaraan per jam, Heru menjelaskan tanpa adanya rekayasa lalu lintas akan ada bebannya. Untuk itulah Korlantas diminta untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Baik melalu Contra Flow, One way dan ganjil genap. ” Hal ini pun telah diinformasikan sebelumnya, sehingga pengguna jalan bisa merencanakan perjalanannya,” terang Heru.

“Contra flow, one way dan ganjil genap harusdilakukan agar target 0,8 bisa berjalan 40 km/perjam.

Di rest area akan dilakukan buka tutup dan melakukan pembatasan selama 30 menit. “Dan kami himbau tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Pembatasan ini agar bisa digunakan secara bersama-sama,” katanya.

Jasa Marga juga sudah menyiapkan rest area untuk one way. “Kami menyiapkan rambu-rambu dan petugas yang berjaga sehingga rest area bisa dioperasikan,” kata Heru.

Kini yang menjadi pertanyaan bagaimana pengguna jalan bisa memanfaatkan waktu selama mudik sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan kepanikan? Yang pertama harus tahu tarifnya. Pada saat melakukan perjalanan bisa memantau, travoy 3.0 untuk mengecek tarif. Kedua bisa menggunakan 14080 itu nomor 24 jam untuk mengecek.

PT Astra Infra CEO Toll Road Group Astra Infra, Kris Ade Sudiyono yang turut hadir dalam acara tersebut meminta media untuk melakukan edukasi. Menurut Kris Ade ada beberapa hal yang harus diedukasi;

Yang pertama perencanaan mudik, semua pihak menyadari dengan adanya distribusi mudik yang tidak bersamaan adalah solusi dan itu harus dikampanyekan. Mudah-mudahan kondisinya jalanan masih lancar, untuk itulah agar dilakukan edukasi mudik.

Kedua, memilih alternatif infrastruktur untuk mudik. ” Mungkin kami berharap teman media ikut mengkampanyekan ini agar masyarakat bisa teredukasi,” tegasnya.

Ketiga, mensortir munculnya informasi yang tidak seusai dengan kenyataan atau hoax. Informasi yang tidak terupdate dan tidak sesuai kenyataan bisa menimbulkan perencanaan yang keliru dari masyarakat. Untuk itulah diminta agar media mensortir apakah ini benar atau kadaluarsa. Saluran informasi telah disiapkan oleh operator. Ajak masyarakat untuk memanfaatkan saluran tersebut.

” Kami menyadari bahwa kesiapan infrastruktur, tanpa adanya koordinasi dari pemangku kepentingan dan media tidak akan berjalan lancar,” .

Alex dari Waskita karya dalam kesempatan tersebut mengatakan, sebagai informasi ada beberapa ruas yang akan menjadi jalur utama dari jalur mudik, yakni ruas trans Jawa . Di ruas trans Jawa ada 3 yang sangat penting dijadikan lokasi mudik.

Sementara ada satu ruas di trans Sumatera yakni kayu agung-palembang yang sudah siap dioperasikan. ” Untuk perisapan sudah dilakukan perbaikan di badan jalan dengan melakukan penggalian dan pengaspalan ulang agar jalan baik dan lurus agar tidak berdampak pada kemacetan dan h-10 sudah selesai,” katanya.

Waskita Karya juga sudah melakukan pembersihan saluran air guna menghindari genangan air dan aquaplaning. Waskita Karya juga telah menyiapkan gate tambahan lengkap dengan petugas petugas yang menjemput kendaraan untuk bisa mengecek kartu apakah cukup atau tidak.

Sementara Hutama Karya saat ini sudah mengoperasikan total 7 tol yang beroperasi di Sumatera dan 2 yang di Jakarta. Dari total panjang yang dioperasikan saat ini lebih mencapai 550 kilometer.

Untuk mengantisipasi lonjakan ada beberapa hal yakni peningkatan kapasitas bakahauni. Ini menjadi suatu hal yang cukup aman.

” Kami bekerjasama dengan ASDP akan mengaktifkan km 20 rest area untuk kantong parkir selama 3 jam. Total lahan parkir digunakan. 14 SPBU dan 2 lokasi SPKLU, toilet sudah ditingkatkan,” tutupnya.(Hs.Foto.Hs)