Musim Penghujan Tiba, Inilah 7 Rempah Penangkal Masuk Angin

Jakarta, Gpriority.co.id – BMKG baru saja merilis bahwa pada 8 hingga 15 Maret 2024 wilayah Indonesia akan diguyur hujan ekstrem. Dengan kondisi itu tentu kita harus menyiapkan asupan makanan, minuman atau vitamin yang sehat agar tidak mudah masuk angin.

Masuk angin menjadi penyakit ringan yang kerap dialami saat musim penghujan. Memasuki bulan Ramadhan kali ini hujan kerap turun tanpa kenal waktu di berbagai wilayah Indonesia. Agar ibadah puasa kali ini kita mampu menjalaninya dengan baik maka dibutuhkan makanan, minuman atau vitamin yang sehat.

Makanan, minuman atau vitamin sehat yang baik sejatinya berasal dari rempah tradisional. Beruntung kita yang tinggal di Indonesia memiliki banyak rempah yang mengandung sejumlah khasiat dan bisa dikonsumsi untuk mengantisipasi masuk angin. Apa saja itu, berikut Gpriority sarikan.

1. Jahe

Jahe mengandung banyak senyawa anti peradangan dan anti oksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh yang mampu mengurangi rasa kembung atau angin dalam saluran pencernaan.

2. Kunyit

Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga kunyit dapat mengobati kondisi yang melibatkan peradangan.

3. Kayu Manis

Penelitian membuktikan bahwa kayu manis dapat mengurangi peradangan, mempunyai dampak antioksidan dan dapat melawan bakteri.

4. Adas

Adas mengandung banyak flavonoid antioksidan, seperti kaempferol dan quercetin. Adas juga mengandung serat yang dapat membantu menurunkan kolesterol.

5. Ginseng

Salah satu zat aktif yang terkandung dalam ginseng ialah gensinosides ini memiliki efek anti peradangan sehingga turut membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

6. Cengkeh

Cengkeh memiliki antioksidan, antiseptik dan anti peradangan yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati masuk angin, sakit perut, dan mengobati batuk berdahak.

7. Pala

Pala mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin B Kompleks, vitamin C, vitamin A, asam folat, tembaga, kalium, kalsium, mangan, besi, seng dan magnesium.

Foto: Kementan