Jakarta, GPriority.co.id – Fakta mengejutkan diungkap oleh NASA belum lama ini. NASA mengungkap jika Bendungan Tiga Ngarai di China, yang merupakan bendungan terbesar di dunia, memengaruhi rotasi Bumi dengan memperlambatnya sebesar 0,06 mikrodetik per hari.
Hal tersebut terjadi karena Bendungan Tiga Ngarai menampung hingga 40 miliar meter kubik air, menyebabkan redistribusi massa yang memengaruhi momen inersia planet. Kendati perubahan tersebut sangatlah kecil dan tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, fenomena tersebut menegaskan bahwa proyek rekayasa manusia, seperti bendungan raksasa, dan dapat memengaruhi sistem fisik Bumi secara langsung.
Fenomena tersebut serupa dengan dampak gempa dan tsunami besar, yang juga pernah mengubah durasi hari di Bumi. Selain menjadi sumber energi terbarukan utama, Bendungan Tiga Ngarai kini terbukti memiliki dampak global terhadap keseimbangan planet.
Penemuan ini turut menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan perlunya integrasi antara inovasi teknologi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, agar kemajuan tidak mengorbankan stabilitas planet yang kita tinggali.
Satu Hari di Bumi Jadi 25 Jam?
Para ilmuwan memprediksi jika di masa depan satu hari di Bumi akan menjadi 25 jam. Hal ini disebabkan karena Bulan secara bertahap akan menjauh dari Bumi.
Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Dengan pergeseran tersebut, diperkirakan bahwa 200 juta tahun kemudian, satu hari di Bumi akan menjadi 25 jam.
Adapun, interaksi grativitasi antara Bumi dan Bulan merupakan penyebab utama semakin lamanya waktu rotasi Bumi. Saat jarak Bulan semakin jauh, maka akan menciptakan efek pasang surut yang akan menyebabkan waktu putaran Bumi jadi semakin lama.
Foto : Dok. ANTARA
