Data Terbaru: Rakyat Indonesia Lebih Suka Main Judol Daripada Saham

Data Terbaru: Rakyat Indonesia Lebih Suka Main Judol Daripada Saham Data Terbaru: Rakyat Indonesia Lebih Suka Main Judol Daripada Saham

Jakarta, GPriority.co.id – Data terbaru mengungkap kebiasaan rakyat Indonesia yang mengejutkan. Menurut data terbaru dari PPATK, IDX, dan RTI, pada 2025 nilai transaksi judi online (judol) di Indonesia mencapai angka Rp 1,200 triliun, hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan transaksi saham lokal yang hanya Rp 448 triliun.

Dibanding menanamkan uang untuk memperbanyak aset seperti saham, emas, atau reksa dana, masyarakat Indonesia justru lebih banyak menggelontorkan uangnya untuk main judi online. Fenomena ini sekali lagi memperlihatkan betapa rendahnya literasi keuangan dan tingginya budaya ingin mendapat uang secara instan, namun dengan mengorbankan masa depan untuk kesenangan sesaat.

Tak heran jika saat ini istilah “hobi jatuh miskin” mulai terasa relevan di kalangan masyarakat Indonesia. Ketimbang belajar membangun kekayaan secara perlahan, banyak rakyat Indonesia justru malah memilih jalan pintas yang terbukti membawa kerugian.

Perputaran Judol 2025 Setara Dengan 33 Persen APBN

Sebagai informasi, pada tahun 2024 lalu perputaran uang judi online berada di angka Rp 981 triliun. Adapun kenaikan angka pada 2025 menjadi Rp 1,2 triliun tersebut setara dengan 33 persen dari anggaran belanja negara 2025, yang ditetapkan sebesar Rp 3,621 triliun.

Padahal jika uang sebesar itu dialirkan ke sektor riil, maka dapat mengalir ke pedagang, UMKM, bahkan juga diinvestasikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Alhasil, dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat sangat besar.

Menurut Menkomdigi Meutya Hafid, memberantas judol bukanlah suatu hal yang mudah, khususnya di Indonesia. Diakui Menkomdigi, tantangan besar datang dari perusahaan teknologi global yang belum sepenuhnya mematuhi aturan Indonesia yang melarang praktik judi online.

Meski komunikasi dengan platform global berjalan baik, Meutya menekankan perlunya diskusi berulang untuk memastikan mereka mendukung narasi pemerintah Indonesia dalam memberantas judi online.

Kendati demikian, Menkomdigi Meutya merasa tetap optimistis upaya ini akan berhasil selama ada kolaborasi yang solid antara pemerintah dan platform teknologi global.

Foto : Dok. Indonesia.go.id