OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Jakarta, GPriority.co.idOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga, di tengah tantangan perekonomian global dan domestik. Pertumbuhan ekonomi global relatif stagnan dengan inflasi beberapa negara maju mulai menunjukkan tren penurunan. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan volatilitas pasar tetap tinggi seiring ketidakpastian kebijakan ekonomi dan geopolitik yang terus berkembang. Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi tetap solid dengan aktivitas ekonomi didukung oleh konsumsi domestik.

“Inflasi berada level tiga persen yoy pada Januari 2025 dan Consumer Price Index naik ke 3,3 persen yoy menunjukkan tekanan harga di luar sektor energi dan pangan masih cukup tinggi. Pasar tenaga kerja tetap kuat dengan tingkat pengangguran turun ke empat persen, meski angka peningkatan nonfarm payroll jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar,” ujarnya saat konferensi pers dikutip Rabu (5/2).

Kebijakan moneter cenderung netral, dengan The Fed diperkirakan hanya akan memangkas Fed Fund Rate satu hingga dua kali pada 2025. Dari sisi geopolitik, upaya penyelesaian konflik Ukraina dan Rusia belum menemukan titik terang pasca pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih baru-baru ini yang tidak mencapai kesepakatan. 

Selain itu, rencana penerapan tarif baru AS terhadap negara mitra dagang juga meningkatkan ketidakpastian. Di Tiongkok, pertumbuhan ekonomi cenderung tertahan dengan Consumer Price Index tercatat masih rendah sebesar 0,5 persen yoy, dan indeks harga produsen terus mengalami kontraksi. Adapun Purchasing Managers’ Index masih zona ekspansi namun turun menjadi sebesar 50,1, di bawah ekspektasi pasar. 

Sementara itu, Bank Sentral mempertahankan suku bunga acuan, menunjukkan pendekatan hati-hati dalam pelonggaran moneter. Tiongkok juga memperketat regulasi ekspor rare earth yang dapat berdampak pada industri teknologi global.

Dari sisi domestik, inflasi cukup terkendali dengan inflasi Januari tercatat 0,76 persen yoy, dan inflasi inti sebesar 2,26 persen yoy yang menunjukkan permintaan domestik masih cukup baik. Namun demikian, perlu dicermati indikator permintaan domestik lainnya, di antaranya berlanjutnya penurunan penjualan kendaraan baik motor dan mobil, penurunan penjualan semen, serta perlambatan pertumbuhan harga dan penurunan volume penjualan rumah. 

Dari sisi supply, Purchasing Managers’ Index  Manufaktur pada Januari 2025 naik ke level 51,9 dari sebelumnya 51,2. Kinerja eksternal tetap solid di tengah perlambatan ekonomi global, terlihat pada surplus neraca perdagangan yang terus berlangsung, pada Januari 2025 meningkat ke USD 3,45 miliar (Des-24: USD 2,24 miliar), tumbuh sebesar 71,71 persen yoy.

Foto: Dok. OJK