Operasi Anus Perdana di Gorontalo Berjalan Sukses, Wagub Idah Beri Apresiasi

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat mengunjungi pasien anak pasca operasi bedah anus di RSUD Toto Kabila, Bone Bolango. Foto: Diskominfotik/Nova Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat mengunjungi pasien anak pasca operasi bedah anus di RSUD Toto Kabila, Bone Bolango. Foto: Diskominfotik/Nova

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, memberikan apresiasi atas keberhasilan RSUD Toto Kabila, Kabupaten Bone Bolango, yang sukses melaksanakan operasi bedah anus perdana di Provinsi Gorontalo.

Ia mengungkapkan, dua pasien yang berhasil ditangani menderita atresia ani atau kondisi lahir tanpa anus. Idah menyebut keduanya, memiliki rentang usia berbeda, yakni seorang anak berusia tiga tahun dan seorang bayi berusia tujuh bulan.

“Alhamdulillah, meski Gorontalo belum memiliki dokter bedah anak, kita dibantu dokter spesialis bedah anak dari Makassar. Awalnya hanya satu pasien, namun karena ada kasus serupa, akhirnya dua tindakan operasi dilakukan pada hari yang sama,” ujar Idah Syahidah saat mengunjungi kedua pasien pascaoperasi di RSUD Toto Kabila, Sabtu (27/12).

Ia menuturkan, seluruh biaya operasi kedua pasien sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun, keluarga pasien masih harus menanggung kebutuhan nonmedis selama masa perawatan di rumah sakit.

Disamping itu, Idah juga menyerahkan bantuan uang tunai secara pribadi kepada masing-masing keluarga pasien. Selain itu, Dinas Sosial Provinsi Gorontalo juga memberikan bantuan berupa bingkisan pakaian dan boneka.

Lebih lanjut, Wagub Idah turut menyoroti pentingnya upaya pencegahan sejak dini. Ia menekankan perlunya pemenuhan gizi ibu selama kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan anak, mengingat kekurangan gizi pada masa krusial tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan organ yang tidak sempurna.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Toto Kabila dr. Thaib Saleh menjelaskan bahwa operasi bedah anus ini merupakan program perdana rumah sakit tersebut, yang dapat terlaksana berkat kerja sama dengan dokter spesialis bedah anak dari Makassar.

Ia menyebutkan, kedua pasien berasal dari Kabupaten Pohuwato dan Bone Bolango. Selama ini, pasien dengan kasus serupa harus dirujuk ke luar daerah seperti Makassar atau Manado akibat keterbatasan layanan bedah anak di Gorontalo.