Parlemen Spanyol Resmi Putus Hubungan Militer dengan Israel

Madrid, Gpriority.co.id – Parlemen Spanyol resmi memutus hubungan militernya dengan Israel. Ini merupakan tekanan politik bagi rezim genosida Israel.

Parlemen Spanyol resmi putus hubungan militer dengan Israel lewat dekrit embargo senjata penuh yang disahkan pada 8 Oktober 2025 di Madrid. Keputusan ini diumumkan pemerintah Spanyol dan didukung keras oleh partai sayap kiri Podemos, dipimpin Ione Belarra yang juga mendorong putus hubungan diplomatik total.

Parlemen juga mengesahkan larangan ekspor-impor alat militer ke Israel dan pembatalan kontrak pertahanan. Ione Belarra adalah politikus dan psikolog Spanyol, pemimpin partai Podemos sejak Juni 2021. Dia pernah jadi Menteri Hak Sosial dan Agenda 2030, aktif suarakan isu kemanusiaan dan kritik tajam soal konflik Israel-Palestina.

Belarra secara tegas mendukung pemutusan hubungan militer dan diplomatik Spanyol dengan Israel. Dia menyatakan ini harus dilakukan segera sebagai syarat dukungan partainya untuk anggaran 2025, menyebut hubungan dengan Israel sebagai dukungan pada “negara genosida.” Pernyataan ini disampaikan melalui video dan tweet pada akhir Oktober 2024, serta saat Parlemen Spanyol setujui embargo senjata pada 8 Oktober 2025.

Partai Podemos yang dipimpin Belarra secara keseluruhan mendukung embargo senjata total dan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel. Mereka menilai langkah ini penting untuk menekan Israel hentikan agresi di Gaza dan dorong solusi damai. Podemos juga aktif advokasi bantuan kemanusiaan buat Palestina.

Sebelum memuncaknya genosida, hubungan militer Spanyol-Israel termasuk kerja sama ekspor-impor alat militer dan kontrak pertahanan. Tercatat nilai transaksi militer antara Spanyol dan Israel mencapai sekitar Rp 17-19 triliun (sekitar 1,04-1,18 miliar USD). Ini termasuk pembatalan kontrak peluncur roket SILAM senilai Rp 11,9 triliun dan rudal anti-tank sekitar Rp 4,9 triliun.

Adanya pemutusan hubungan militer Spanyol dengan Israel akan terjadi embargo senjata total yang membuat ekspor-impor alat militer dan teknologi pertahanan antara Spanyol dan Israel berhenti. Dampak lain dikatakan bisa memukul industri pertahanan Spanyol yang bergantung suplai senjata, tapi pemerintah siap diversifikasi.

Disisi lain tekanan politik meningkat di Eropa, memicu negara lain ikut hentikan kerja sama militer dengan Israel. Bertambah juga ketegangan diplomatik walau hubungan politik belum diputus total.

Sebelumnya di Eropa, Slovenia juga sudah memberlakukan embargo senjata total ke Israel sejak Juli 2025. Serbia melalui Presiden Aleksandar Vucic umumkan hentikan penjualan amunisi ke Israel demi perdamaian pada Juni 2025.

Foto : Istimewa