Jakarta, GPriority.co.id – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta yang juga merupakan pegiat kesejahteraan hewan, Francine Widjojo, mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang dialami kucing jalanan di ibu kota.
Menurutnya, banyak kucing di Jakarta yang hidup dalam kelaparan dan bergantung pada sisa-sisa makanan manusia.
“Biasanya sering ditemui di area-area dekat tempat sampah. Tapi di satu sisi, manusia sering komplain, kok tempat sampah saya diobrak-abrik nih oleh kucing. Padahal, bisa jadi kucingnya lagi kelaparan dan mereka sedang mencari makanan dari sisa-sisa makanan manusia tadi,” ujar Francine kepada GPriority, Jumat (12/9).
Francine menambahkan, kondisi semakin memprihatinkan ketika kucing betina yang sedang hamil kesulitan mendapatkan asupan gizi.
“Untuk dirinya sendiri aja sulit ya, karena dia lapar. Lalu, ketika dia sudah melahirkan, maka kelaparannya akan menjadi kelaparan berjamaah,” ucapnya.
Selain itu, kata politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, anak kucing yang lahir di jalanan sangat rentan terserang penyakit karena tidak mendapatkan vaksin maupun nutrisi yang memadai dari induknya. Akibat imunitas tubuh yang rendah, mereka mudah terserang virus, termasuk infeksi mata akibat klamidia.
“Jadi, biasanya kondisinya seperti belekan ya. Belekan itu harusnya tinggal dibersihkan dulu dengan dibersihkan matanya, supaya belekan itu tidak menutupi matanya. Tapi, karena kondisinya di jalanan mungkin banyak yang tidak tahu,” tutur Francine.
“Akhirnya belekan atau infeksi ini akan terus menggerogoti matanya sampai bisa mengakibatkan kebutaan,” tambahnya.
Ia menegaskan, kondisi ini sangat menyedihkan mengingat kucing jalanan yang buta juga berisiko tertabrak kendaraan.
“Bisa bayangin nggak kalau hidup di jalanan aja udah susah, ditambah lagi dengan kondisi kucingnya tidak bisa melihat. Sementara mereka biasanya kan hidup di jalanan, dan rentan juga tertabrak oleh kendaraan yang lalu-lalang,” pungkas Francine.
Pewarta : Fifi Abdurahman
