Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : Komunikasi Publik Ditjen Perumahan
Donggala, GPriority.co.id-Dalam siaran persnya beberapa waktu yang lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proses pembangunan hunian tetap (Huntap) tahap 2A pasca bencana Sulawesi Tengah saat ini sudah hampir selesai.
Pembangunan Huntap tersebut dilaksanakan dengan menggunakan teknologi rumah tahan gempa (RTG) Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan nantinya akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung sehingga bisa menjadi hunian nyaman bagi masyarakat.
“Kami terus berupaya mempercepat proses pembangunan Huntap Tahap 2A Pasca Bencana Sulteng. Kami juga menugaskan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam proses pembangunan Huntap tersebut,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto di Jakarta.
Pembangunan Huntap, imbuh Iwan sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat terdampak. Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan juga ikut bertanggung jawab atas penyediaan hunian agar masyarakat bisa segera menempati hunian yang layak dan memiliki konstruksi bangunan yang aman serta berkualitas.
“Percepatan pembangunan Huntap bukan hanya proyek semata tapi juga bagian dari operasi kemanusiaan agar masyarakat terdampak bisa segera pindah dan menempati hunian yang layak,” tandasnya.
Kepala Balai P2P Sulawesi II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Bakhtiar diwakili Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah, Erpika Ansela Surira menjelaskan, berdasarkan data dari Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II menjelaskan, Huntap Tahap 2A akan dibangun sebanyak 712 unit dan tersebar di 14 lokasi.
Beberapa lokasi pembangunannya berada di Kabupaten Donggala yakni di Desa Wani (71 unit), Tompe 1 (48), Tompe 2 (83), Tompe 3 (165), Lende (78), Lompio (16). Selanjutnya di Desa Tanjung Padang (13), Lende Ntovea 1 (10), Lende Ntovea 2 (39), Lende Ntovea 3 (34), Ganti (17), Loli Dondo (16) dan Loli Saluran (18) dan lokasi mandiri di Kota Palu sebanyak 104 unit.
