Pembangunan Smelter di KEK Gresik, Khofifah Minta Warga Tak Jadi Penonton

Seiring dengan pelaksanan peletakan batu pertama pembangunan smelter atau pabrik pemurnian dan pengolahan mineral PT Freeport Indonesia oleh Presiden Jokowi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Selasa (12/10/2021).

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa berharap pembangunan smelter tersebut bisa menyerap tenaga kerja lokal sehingga warga Gresik tidak jadi penonton. Bupati Gresik juga sudah diingatkan soal rencana besar ini sehingga bisa menyiapkan Sumber Daya Manusi (SDM) yang menguasai teknologi.

“Kehadiran smelter Freeport akan memberikan multiplier effects atau dampak positif yang besar bagi pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja serta kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur,” kata Gubernur, saat wawancara dengan TVRI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (14/10/2021).

Sesuai dengan Undang-undang (UU) nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, perusahaan tambang diwajibkan untuk membangun smelter dengan tujuan bukan hasil tambang mentah yang dipasok ke pasar, namun sudah produk jadi untuk memberikan nilai tambah bagi daerah dan negara dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan, pemurnian, serta pemanfaatan mineral dan batubara.

Dibangun di atas lahan seluas 103 ha, perusahaan tersebut ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2023. Dipilihnya Gresik sebagai lokasi smelter, karena di wilayah tersebut terdapat pabrik semen yang dapat memanfaatkan hasil pengolahan asam sulfat, perak dan gipsum.

“Saat masa konstruksi pembangunan smelter, setidaknya menyerap sekitar 40.000 pekerja. Saya sudah sampaikan ke Menteri BUMN supaya para pekerja lebih diutamakan dari Jawa Timur,” imbuhnya. (Dw.foto.dok.Diskominfo Jatim)

Related posts