Pemerintah Minta Penonton PON XX Pakai Aplikasi Pedulilindungi

Papua,Gpriority-Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Papua pada 2 Oktober hingga 15 Oktober diizinkan dihadiri oleh penonton sebanyak 25%, namun syaratnya harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai sarana skrining untuk masuk ke dalam arena.

“Kegiatan apa pun yang melibatkan banyak orang, tentu memiliki risiko penularan COVID-19. Hal ini yang kita waspadai bersama. Karena itu, untuk penyelenggaraan PON XX Papua, kita harus melakukan upaya mitigasi secara matang guna menekan kemungkinan penyebaran virus,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran persnya pada Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, komitmen utama kesuksesan pelaksanaan PON XX di Provinsi Papua tidak hanya diukur berdasarkan prestasi dan persatuan, tetapi juga kesuksesan upaya pencegahan penularan COVID-19. Oleh karena itu, aturan penerapan protokol kesehatan harus disusun dan diimplementasikan secara ketat oleh semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PON XX Papua.

“Pemerintah melengkapi ikhtiar tersebut dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining kesehatan bagi siapa saja yang terlibat dalam perhelatan PON XX Papua, termasuk para penonton yang akan melihat secara langsung di lokasi,” tambah Menteri Johnny.

Untuk itulah Johnny meminta agar sebelum memasuki area, penonton harus memindai QR-Code di aplikasi PeduliLindungi. Hanya penontondengan hasil pindai warna hijau dan kuning yang diizinkan masuk lokasi kegiatan. Menkominfo Johnny menegaskan, pemanfaatan PeduliLindungi dalam kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mempercepat proses skrining dan tracing.

“Yang paling penting, hal ini menjadi upaya perlindungan kita semua dari penularan virus corona. Memakai masker dan penerapan protokol kesehatan, percepatan vaksinasi, serta pemanfaatan teknologi informasi adalah langkah adaptasi bersama untuk hidup berdampingan dengan COVID-19,” ujar Menkominfo.

Sekretaris Bidang Kesehatan dan Doping PB PON XX, Ellianus Tabuni menjelaskan penyelenggaraan PON di tengah pandemi sangat membutuhkan sistem yang baik guna mengoptimalkan pengendalian COVID-19. Oleh karena itu, PB PON bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan sinkronisasi data dan mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi dari PB PON. Hal ini diharapkan dapat membuat data riwayat perjalanan, hasil tes COVID-19, hingga status vaksinasi dari orang-orang yang terlibat dalam PON XX dapat dipantau secara optimal.

“Kami sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam pelaksanaan PON XX Papua, sehingga dapat memantau dan mengetahui informasi kesehatan terkait COVID-19 dari semua orang yang terlibat,” tutup Tabuni.(Hs.Foto.Humas Kominfo)

 

Related posts