Pemerintah Pastikan Situasi Kontaminasi Cs-137 di Cikande Terkendali

Kegiatan simbolis berupa pencabutan plang tanda terkontaminasi yang dilakukan pada Jumat (17/10) oleh Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cesium-137 Bara Krishna Hasibuan, bersama Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Rizal Irawan. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Kegiatan simbolis berupa pencabutan plang tanda terkontaminasi yang dilakukan pada Jumat (17/10) oleh Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cesium-137 Bara Krishna Hasibuan, bersama Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Rizal Irawan. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Kontaminasi Cesium-137 memastikan bahwa situasi kontaminasi zat radioaktif Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten, saat ini berada dalam penanganan intensif dan terkendali.

Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan simbolis berupa pencabutan plang tanda terkontaminasi yang dilakukan pada Jumat (17/10) oleh Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cesium-137 Bara Krishna Hasibuan, bersama Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Rizal Irawan. Kegiatan dilakukan setelah otoritas BRIN dan BAPETEN memverifikasi bahwa lokasi tersebut aman dari paparan radiasi.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat dan ingin menegaskan bahwa situasi saat ini terkendali (under control). Satgas bekerja penuh dan terkoordinasi untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga,” kata Bara Hasibuan di Jakarta, Jumat (17/10)

Bara menjelaskan bahwa dari 22 pabrik yang sebelumnya dinyatakan terkontaminasi di Kawasan Industri Modern Cikande, 20 pabrik telah selesai dilakukan dekontaminasi dan dinyatakan clear and clean. Sementara dua pabrik lainnya masih dalam proses dekontaminasi dan diharapkan rampung dalam waktu dekat.

Selain itu, dari 13 area terkontaminasi yang meliputi lapak besi dan junkyard, dua lokasi telah dinyatakan bersih, sedangkan area lainnya sedang dalam proses dekontaminasi intensif.

“Progres dekontaminasi berjalan cepat. Kami optimistis seluruh area akan bersih dan aman dalam waktu dekat,” ujar Bara.

Pada kesempatan tersebut, Satgas juga melepas PPLH Line pada satu pabrik yakni PT. Jongka Indonesia, serta satu lapak besi bekas di Kampung Sadang yang telah diverifikasi aman oleh BRIN dan BAPETEN. Tindakan serupa akan dilakukan pada lokasi lain yang telah melalui verifikasi.

Selain proses dekontaminasi, Satgas juga fokus pada edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat sekitar Cikande untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Langkah yang dilakukan mencakup penyuluhan langsung ke warga, penyampaian informasi melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan, pemasangan papan informasi di lokasi strategis, hingga persiapan relokasi bagi warga terdampak bila diperlukan.

“Kami ingin masyarakat mendapat informasi yang benar, bukan dari sumber yang tidak jelas. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas atau mengakses kanal resmi kami,” kata Bara Hasibuan.

Pemerintah menyatakan komitmen penuh dalam menyelesaikan proses dekontaminasi secara cepat, menjaga keselamatan dan kesehatan warga serta pekerja, dan melakukan audit lingkungan secara menyeluruh guna mencegah insiden serupa terulang.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, tidak termakan informasi tidak jelas, segera memeriksakan diri jika merasa tidak sehat, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Keselamatan dan kesehatan pekerja dan warga adalah prioritas utama. Kami tidak akan berhenti sampai situasi benar-benar normal kembali,” pungkas Bara Hasibuan.