Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada 2026

Deputi BP Taskin, Novrizal Tahar/Foto : Dok Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan kemiskinan di Indonesia.

Deputi BP Taskin, Novrizal Tahar, mengatakan lembaga ini dibentuk pada Kabinet Merah Putih sebagai wujud keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan pengentasan kemiskinan.

“Ya, ini Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan ini kan lahir baru pada Kabinet Merah Putih ini. Dan ini memang merupakan wujud dari keberpihakan dan komitmen pemerintah dalam hal ini Presiden terkait dengan percepatan pengentasan kemiskinan,” ujar Novrizal di Jakarta, Selasa (19/8).

Novrizal menjelaskan, terdapat dua target besar yang ditetapkan pemerintah dalam penuntasan kemiskinan ini.

Pertama, tambahnya, kemiskinan ekstrem harus sudah dihapuskan pada tahun 2026.

Kedua, kemiskinan relatif ditargetkan turun mencapai 4,5 hingga 5 persen pada 2029.

“Jadi ada beberapa target yang besar terkait pengentasan kemiskinan ini. Pertama, 2026 kemiskinan ekstrem itu sudah harus diangka nol, harus dihapuskan. Dan kemiskinan relatif itu di 2029 4,5 sampai 5 persen. Saat ini angka kemiskinan relatif kita masih di angka 8,47 persen dan kemiskinan ekstrim kita masih di angka 0,83 persen,” tuturnya.

BP Taskin mengaku akan berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memastikan target pengentasan kemiskinan tercapai sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Pewarta : Fifi Abdurahman