Pengembara Laut Suku Bajo di Gorontalo


Masyarakat suku Bajo bermukim di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo yang 95 persen wilayahnya berada di atas perairan.5 persen sisanya merupalan wilayah yang telah mengalami penimbunan.

Rumah-rumah yang dihuni masyarakat suku Bajo memiliki desain rumah kayu. Jenis kayu yang digunakan sebagai tiang pancang biasanya yaitu kayu gapaso dan damar laut. Kemudian untuk diding rumah menggunakan jenis kayu kelas 2.

Profesi utama suku Bajo yaitu sebagai nelayan, beberapa diantaranya tukang perahu dan tukang bangunan. Maka dari itu, suku Bajo terkenal sebagai pelaut ulung dalam mencari ikan, sebab mereka mampu menyelam tanpa alat bantu dalam waktu yang lama, dan mampu melihat tanda alam.

Hampir disetiap rumah memiliki perahu, sebab perahu menjadi tranportasi utama pengganti motor dan juga mobil.

Budaya leluhur juga masih sangat kental seperti tradisi, ritual dan pantangan masih. Seperti pelaksanaan ritual tolak bala, dimana para tokoh adat dan tokoh agama mengganti bendera tanda perkampungan. Bendera itu dibuat dari kain kafan yang dituliskan beberapa kalimat dalam huruf arab melalui sebuah ritual pada malam hari, dan pemasangan bendera pada pagi hari di bagian depan desa.

Untuk perikanan, pemerintah memberikan benih ikan untuk dibudidayakan oleh suku Bajo, bagian bawah rumah dan juga perairan di sekitar perkampungan menjadi lokasi tambak ikan.

Sedangkan untuk sektor pariwisata, Desa Torosiaje telah dijadikan desa wisata, dimana jasa transportasi ojek perahu, warung makan, pemandu wisata hingga ‘homestay’.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan melaksanakan program bedah rumah (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) di desa tersebut.

Pelaksanaannya, dilakukan dengan mekanisme Padat Karya Tunai (PKT), yang selaras dengan nilai kearifan lokal masyarakat suku Bajo, yaitu bergotong-royong membangun hunian sebagai bentuk kebersamaan, toleransi, dan persatuan.

“Saya harap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak sehat dan nyaman,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (Dwi.foto.dok.kemenparekraf)

Related posts