Jakarta, GPriority.co.id – Puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (16/10).
Aksi ini digelar untuk memperingati Hari Pangan Sedunia sekaligus menegaskan bahwa reformasi agraria merupakan kunci dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Kegiatan tersebut juga menjadi lanjutan dari gerakan petani pada peringatan Hari Tani Nasional bulan lalu, yang menuntut pelaksanaan reformasi agraria sejati di Indonesia.
SPI menilai, Hari Pangan Sedunia merupakan momentum yang tepat untuk merefleksikan atas rapuhnya sistem pangan Indonesia yang bergantung pada impor dan mengandalkan korporasi besar dalam memproduksi serta mendistribusikan pangan di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sepanjang 2017-2024, impor beras, kedelai, dan gula terus mengalami peningkatan baik dari segi volume maupun nilai.
Impor beras melonjak tajam hingga mencapai 4,5 juta ton pada 2024, dengan Thailand dan Vietnam sebagai pemasok utama. Kedelai yang menjadi bahan baku utama pangan rakyat, seperti tempe dan tahu, juga berada di angka 2,6 juta ton per tahun dan didominasi dari Amerika Serikat.
Lonjakan impor ini mencerminkan lemahnya kedaulatan pangan nasional, di mana kebutuhan pokok rakyat justru semakin bergantung pada pasar global, sementara petani kecil di dalam negeri masih berjuang di tengah keterbatasan lahan dan kebijakan yang belum berpihak.

Oleh karena itu, pada momentum Hari Pangan Sedunia ini, SPI mengingatkan kembali kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi enam tuntutan pada Hari Tani Nasional, yang dokumennya telah diserahkan kepada Sekretariat Negara.
Berikut enam isi tuntutan tersebut:
- Menyelesaikan konflik agraria yang dihadapi anggota SPI maupun petani Indonesia secara menyeluruh, dan menghentikan segala bentuk kekerasan dan kriminalisasi dalam penyelesaian konflik agraria terjadi.
- Mengalokasikan tanah yang dikuasai perusahaan perkebunan dan kehutanan sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang sedang dilaksanakan satgas PKH saat ini harus menjadi bagian dari TORA.
- Merevisi Perpres Percepatan Reforma Agraria No. 62 Tahun 2023 agar sejalan dengan agenda kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani serta masyarakat desa.
- Merevisi UU Pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan; UU Kehutanan untuk
reforma agraria; dan UU Koperasi untuk memperkuat koperasi petani; serta mendorong pembentukan UU Masyarakat Adat. - Segera mencabut UU Cipta Kerja, yang telah nyata membuat kemunduran ekonomi Indonesia; kehilangan lapangan kerja, memperlebar ketergantungan pangan dari impor, kemunduran di bidang pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
- Membentuk Dewan Nasional Reforma Agraria dan Dewan Nasional Kesejahteraan Petani untuk memastikan keberlanjutan dan implementasi kebijakan reforma agraria dan kedaulatan pangan.
Lalu, pada Hari Pangan Sedunia ini, secara khusus SPI sampaikan bahwa kedaulatan pangan bisa terwujud apabila:
- Reforma agraria harus dijalankan dengan mendistribusikan tanah kepada para petani gurem, buruh tani dan buruh perkebunan, dan orang-orang tak bertanah di pedesaan, serta perkotaan, dan menguatkan hak masyarakat adat atas tanah ulayatnya.
- Merombak sistem pertanian di Indonesia bercorak revolusi hijau menjadi pertanian sistem agroekologi.
- Produksi pangan dan pertanian di Indonesia haruslah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri Indonesia, terutama untuk kebutuhan pangan, dan sandang, serta perumahan untuk rakyat Indonesia. Menolak Impor pangan untuk kebutuhan pokok rakyat Indonesia.
- Harga kebutuhan pangan, sandang, dan perumahan dikendalikan oleh negara. Serta terapkan harga produksi petani yang layak bagi petani dan konsumen.
- Menempatkan koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia, dengan membangun dan mengembangkan koperasi produksi petani, koperasi distribusi produksi pertanian, dan koperasi konsumen.
- Kelembagaan yang mengurus pangan dan pertanian di Indonesia haruslah bisa menjadi lembaga yang mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.
“SPI melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari webinar nasional tentang kedaulatan pangan, diskusi mengenai RUU Pangan, hingga puncaknya aksi massa di Jakarta ini,” kata Ketua Pelaksanan Peringatan Hari Pangan Sedunia, Fajar Angga Kusumah kepada wartawan, Kamis (16/10).
“Kita melaksanakan berbagai kegiatan mobilisasi massa dan kampanye untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan menolak kehadiran korporasi pangan internasional dalam urusan pangan dan pertanian,” tambahnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
