Jakarta, GPriority.co.id – Gelaran Piala Dunia 2026 dipastikan akan disiarkan secara nasional oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI). Kepastian ini menyusul tercapainya kesepakatan antara Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dengan FIFA sebagai pemegang hak resmi turnamen empat tahunan tersebut.
Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno mengatakan, proses mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 bukanlah hal mudah dan memerlukan tahapan panjang. Namun, upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen TVRI dalam menjalankan fungsi pelayanan publik.
“Proses memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 oleh TVRI tentu tidak mudah dan melalui tahapan panjang, namun seluruh persiapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen TVRI dalam menjalankan fungsi pelayanan publik,” kata Iman Brotoseno dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/12).
TVRI menargetkan penayangan Piala Dunia 2026 yang berkualitas dunia, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Dalam kesepakatan tersebut, TVRI mengantongi hak siar penuh dengan menayangkan total 104 pertandingan, mulai dari fase penyisihan grup hingga laga final. Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung selama 39 hari dan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
“Masyarakat bisa mengakses siaran Piala Dunia melalui platform FTA atau teresterial dengan menggunakan antena biasa. Namun untuk platform lain atau OTT (over the top) akan bergantung kebijakan operator pihak ketiga,” kata Iman dikutip Antara.
Selain penayangan di layar kaca, pemerintah bersama TVRI juga berencana menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di berbagai daerah.
Program ini akan melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai upaya memperluas akses hiburan publik sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
TVRI berharap penayangan Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi tontonan olahraga semata, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang diseminasi program-program pemerintah yang bersifat edukatif dan informatif bagi masyarakat luas.
