Pilah Pilih Investasi Online Biar Cuan Mengalir

Makasar,Gpriority-Memasuki era Industri 4.0, digitalisasi sangat dibutuhkan temasuk dalam berinvestasi. Namun bagaimana caranya agar investasi yang dipilih bisa menghasilkan cuan. Hal inilah yang dibahas dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 13 September 2021 di Makasar, Sulawesi Selatan.

Dalam program yang mengangkat tema “Biar Cuan, Pilih-pilih Investasi Online” sebanyak
769 peserta hadir secara virtual. Kehadiran mereka membuat 4 pembicara yang terdiri dari Founder Growing Project Novita Sutopo; Ketua Bidang Program dan Edukasi Indonesia Women IT Awareness (IWITA) Anita Maharani; Founder & CEO Hasel-PT Berinvest Digital Indonesia Muhammad Raihan Fadilah; dan Entrepreneur Andi Mattuju. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Richard Lioe dari Katadata terlihat bersemangat untuk memberikan materi.

Acara sendiri dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Anita Maharani yang membawakan tema “Digital Skills: Fitur dan Sistem E-Wallet”. Menurut dia, dompet digital (e-wallet) punya beberapa kelebihan, di antaranya cepat, fleksibel, dan nyaman. Selain itu lebih aman dan efisien, dan adanya tawaran cashback langsung. Sedangkan kelemahannya antara lain mendorong orang jadi konsumtif, ketergantungan pada smartphone, dan perlunya perlindungan ekstra untuk keamanan data.

Berikutnya, Andi Mattuju menyampaikan materi “Peluang Bisnis di Era Digital”. Dalam berbisnis digital, kata Andi, tentukan platform yang akan digunakan untuk berjualan atau memasarkan produk, misalnya menggunakan website atau media sosial. “Tapi sebelum melangkah lebih jauh, kamu juga harus menerapkan teori STP yaitu Segmen, Target, dan Positioning dari produk yang ingin kamu jual,” tandasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Novita Sutopo membawakan tema “Saving vs Shopping”. Untuk membiasakan menabung, Novita menyarankan untuk mulai dengan hal-hal sederhana. “Mulailah menabung dengan nominal kecil setiap hari dan buatlah skala prioritas,” tuturnya.

Adapun, Raihan Fadilah sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Keamanan Investasi Emas Secara Online”. Dia mengatakan, harga emas cenderung stabil sehingga bisa jadi alternatif investasi jangka panjang. Bagi pemula yang ingin investasi emas, Raihan menekankan pentingnya memiliki tujuan. “Tentukan tujuan kita apa? jangka pendek atau panjang?. Pastikan juga untuk memantau perkembangan harga emas secara berkala,” saran dia.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Bagaimana cara mengelola keuangan di dompet digital yang berpotensi konsumtif?” tanya Intan Sri Wahyuni, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. Anita Maharani menekankan, apa yang kita belanjakan atau investasikan hendaknya ada nilai masa depan atau future value. “Ada beberapa aplikasi yang menyeimbangkan antara lokapasar (untuk belanja) dengan untuk investasi seperti nabung saham, reksa dana bahkan bitcoin. Tapi, jangan nafsu, sesuai budget aja,” bebernya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra)

 

Related posts