Pj Gubernur Ali Baham: 5 Tahun Ke Depan Fokus Pembangunan Berkiblat Asta Cita

Pj Gubernur Ali Baham: 5 Tahun Ke Depan Fokus Pembangunan Berkiblat Asta Cita Pj Gubernur Ali Baham: 5 Tahun Ke Depan Fokus Pembangunan Berkiblat Asta Cita

Jakarta, GPriority.co.id – Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (Musrenbangnas RPJMN) 2025-2029 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, Senin (30/12).

Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur Ali Baham mengatakan jika Presiden Prabowo mengarahkan banyak hal, terutama berkaitan dengan sasaran dan target kabinet merah putih 5 tahun ke depan.

“Terutama pencapaian dari visi asta cita dan program strategis yang harus dilaksanakan secara bersama-sama, gotong-royong, bersinergi, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dan ini adalah menjadi kata kuncinya,” ungkapnya saat diwawancarai secara eksklusif oleh GPriority selepas acara.

Pj Gubernur Ali Baham mengatakan, gubernur, bupati, walikota, sampai dengan jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kampung atau desa, merupakan pejabat-pejabat yang paling dekat dengan rakyat.

“Sehingga kita benar-benar memahami dengan baik target pembangunan 5 tahun ini. dan tentunya bersama-sama kita bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan melalui pertumbuhan ekonomi dengan target 8 persen, dan menjadi komitmen bersama para pemerintah.

Begitupun juga terkait program makan bergizi gratis yang ia harapkan perputaran uangnya di desa bisa mencapai Rp4-5 miliar.

“Selain itu pertumbuhan daya beli masyarakat dan lapangan kerja untuk pengurangan pengangguran, stunting, dan sebagainya bisa terkendali karena ada program yang realistis di tingkat desa karena ada program makan bergizi gratis ini,” jelas Pj Gubernur Ali Baham lebih lanjut.

Pemerintah Daerah Masih Bergantung Pada Pemerintah Pusat

Foto : GPriority/Virgie

Terkait program 5 tahun ke depan, fokus utamanya mengikuti asta cita, yang meliputi pembangunan ketahanan pangan dan ketahanan energi.

“Ini berarti swasembada pangan harus ada areal sawah, irigasi, dan mengelola energi terbarukan di tingkat masyarakat. Saat ini masalah yang tingkatnya tinggi adalah ketergantungan daerah pada pemerintah pusat. Sehingga yang paling penting adalah bagaimana upaya peningkatan pendapatan daerah,” katanya.

Kedepannya, Pj Gubernur Ali Baham juga ingin mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, ke depannya transfer pusat tetap diharapkan, namun celah fiskal antara pusat dan daerah semakin kecil.

Foto : GPriority/Virgie