Polri Kirim Kapal Wisanggeni 8005 untuk Percepat Bantuan ke Aceh Tamiang

Kapal Polri Wisanggeni 8005 guna membawa 183 personel serta bantuan logistik menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Foto: dok.Polri Kapal Polri Wisanggeni 8005 guna membawa 183 personel serta bantuan logistik menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Foto: dok.Polri

Jakarta, GPriority.co.id – Polri mengirimkan Kapal Polri Wisanggeni 8005 guna membawa 183 personel serta bantuan logistik menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang saat ini menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan bencana.

Dalam keterangan resmi Polri yang dilansir, Kamis (4/12), dari total 183 personel, sebanyak 117 berasal dari Polda Aceh, terdiri atas Brimob, Reskrimum, Reskrimsus, Resnarkoba, Dokkes, TIK, Humas, SDM, Roops, dan Provos.

Sementara 68 personel lainnya merupakan anggota dari Mabes Polri yang mencakup Satpas Korbrimob Polri serta SSDM. Mereka akan memperkuat lima wilayah: Polres Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Langsa, dan Lhokseumawe.

Bantuan logistik diberangkatkan dari gudang Biro Logistik Mapolda Aceh menuju Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, kemudian diangkut menggunakan Kapal Wisanggeni 8005 ke Krueng Geukueh sebelum didistribusikan ke daerah terdampak. Setiap Polres dijadwalkan menerima bantuan berupa beras, mie telur, gula, mie instan, kopi, sabun, bihun, minuman sereal, air mineral, popok, pembalut, dan losion anti-nyamuk.

Pengerahan Kapal Wisanggeni 8005 dilakukan sebagai langkah percepatan karena akses darat menuju Aceh Tamiang masih terhambat akibat dampak bencana.

Polri menegaskan bahwa distribusi bantuan akan dilakukan secepat mungkin agar dapat menjangkau seluruh titik pengungsian.

Di sisi lain, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meninjau langsung lokasi banjir di Bukit Raya, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Rabu (3/12). Bersama Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, ia menyambangi posko Kementerian Sosial dan menerima laporan terkait bantuan yang sudah diterima warga.

Wakapolri juga mencatat kebutuhan mendesak para pengungsi, antara lain air bersih, air minum, pakaian, dan truk untuk mengangkut logistik dari pelabuhan menuju pos-pos penampungan.